14 Hari Berduka, Pendakian Gunung Andong Ditutup

0
277
RIP : Tampak lereng gunung Andong Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang terbakar dan menewaskan satu orang relawan (6/10)--(Foto--Istimewa)
RIP : Tampak lereng gunung Andong Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang terbakar dan menewaskan satu orang relawan (6/10)--(Foto--Istimewa)

BNews–NGABLAK– Gunung Andong terbakar, jalur pendakian resmi ditutup sementara (6/10). Hal mengacu kepada hasil koordinasi beberapa stake holder di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, dimana gunung andong berada.

Salah satu tokoh masyarakat Dusun Sawita, Bagiyo Widi Nugroho menyampaikan bahwa tadi sudah digelar koordinasi antara Camat Ngablak, Perhutani, Relawan Sarda Jateng, Polsek Ngablak, serta Perangkat Desa Girirejo dan Komunitas Jaya Giri Dusun Sawit.

“Koordinasi ini dilakukan karena situasi gunung andong terbakar dan telah memakan korban jiwa salah satu relawan saat melakukan pemadaman,” katanya Sabtu malam (6/10).

Salah satu relawan SAR Semesta Alam Dusun Gogik, Desa Girirejo Kecamatan Ngablak yakni Ikhsan Nurrohim pemuda 18 tahun ini harus merenggut nyawa saat bertugas. “Salah satu pertimbangan tersebut maka hasil rapat menetapkan bahwa hari ini merupakan musibah bagj Desa Girirejo yang kehilangan pemudanya,” imbuhnya.

Bagiyo Widi Nugroho yang juga seorang Anggota DPRD Kabupaten Magelang juga menambahkan selain musibah tersebut kami juga mengambil beberapa pertimbangan penutupan jalur pendakian ini, yakni Bahwa Gunung Andong dalam Kondisi kebakaran, Bahwa kondisi Pengunjung Gunung Andong sangat ramai dan dari berbagai daerah yang cukup jauh dan ini merupakan Hasil musyawarah mufakat.

“Dari pertemuan tersebut kami memutuskan dan harus diterapkan yakni menetapkan hari berkabung Desa Girirejo sampai 14 hari kedepan dimulai Minggu pukul 06.00 wib (7/10),” paparnya.

Untuk jalur pendakian ditutup sampai dengan 14 hari kedepan kecuali Petugas pemadaman dan Relawan, dan dimulai tanggal 7 2018. “Sementara untuk jalur pendakian Gogik ditutup sampai dengan dianggap pantas sebagai rasa belasungkawa dan menjadi kewenangan pengelola bascamp Dusun Gogik,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut juga diputuskan bahwa hasil penjualan tiket pada Sabtu (06/10/18) akan disumbangkan kepada Keluarga korban untuk meringankan beban dan bentuk empati dari Bascamp Gogik, Pemdes Desa Girirejo dan Perhutani.

“Untuk pengelola pendakian atau bascam yang ada di Desa Girirejo harus mengumumkan penutupan wisata pendakian di medsos dan media lainnya. Saya harapkan keputusan tersebut agar ditaati bersama,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here