Sehari 19 Titik Longsor Terjadi di Salaman

0
633
LONGSOR SALAMAN : Jalan alternative Kalipucang-Purworejo terjadi retakan akibat longsor di penyangga jalan (29/11/-- (Foto--Istimewa)
LONGSOR SALAMAN : Jalan alternative Kalipucang-Purworejo terjadi retakan akibat longsor di penyangga jalan (29/11/-- (Foto--Istimewa)

BNews— SALAMAN— Badai tropis Cempkan juga berdampak di wilayah Magelang beberapa hari terakhir ini. Hujan deras disertai angin mengguyur wilayah Magelang mengakibatkan bencana alam di 21 titik di Kabupaten Magelang diantaranya 19 titik di kecamatan Salaman.

 

Untuk wilayah Kecamatan Salaman selama satu hari (29/11) terdapat 19 titik tanah longsor. Akibat tanah longsor tersebut beberapa  beberapa  rumah penduduk dan jalan mengalami kerusakan sedang hingga berat.

“Sejak hari selasa 28 November hingga 30 November 2017 sudah terjadi 21 titik kejadian di Kabupaten Magelang dan dominan terjadi di daerah pegunungan menoreh untuk tanah longsor,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto.

“Hingga saat ini tidak ada warga yang mengungsi karena saat atau setelah kejadian warga sudah berpindah kelokasi aman untuk sementara dan setelah dicek anggota BPBD bahwa kemungkinan longsor susulan tidak ada warga kembali kerumahnya masing-masing tetapi tetap kami himbau selalu waspada,”imbuhnya.

Untuk di wilayah Kecamatan Salaman sendiri ada beberapa titik longsir antara lain di Desa Paripurno dalam waktu sehari ada lima titik dan Desa Ngargoretno ada 14 titik. Sedangkan untuk rumah terdapampak di Desa Paripurno ada empat Rumah dan satu Musholla mengalami kerusakan berat dan ringan. Longsor ini juga membuat Jalan alternative penghubung Salaman Purworejo tepatnya di Dusun Kalipucang kulon mengalami retak sepanjang 25 meter.

Untuk longsor di daerah Desa Ngargoretno terdapat 14 titik longsor mengakibatkan 13 rumah dengan penghuni 51 jiwa mengalami kerusakan berat dan ringan. ”Untuk jalan di Kalipucang kulon petugas Polsek Salaman bersama dengan DPU Salaman telah memasang Polis laine dan rambu peringatangatan sebab jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, dan jika kendaraan roda dua mau lewat harus hati-hati karena retakan setengah dari lebar jalan,” pungkasnya. (bsn)

Baca Juga :

BENCANA ALAM TANAH LONGSOR DI MAGELANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here