259 Formasi PNS di Pemkab Magelang Bakal Diperebutkan 3.357 Pelamar

0
111
CPNS : Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup dan menunggu jadwal pengumuman verfikasi berkas lamaran (17/10)--(Foto--Internet)
CPNS : Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup dan menunggu jadwal pengumuman verfikasi berkas lamaran (17/10)--(Foto--Internet)

BNews—MUNGKID— Penutupan pendaftaran CPNS berakhir pada tanggal 15 Oktober 2018 lalu. Sebanyak 3.357 pelamar masuk melamar untuk CPNS di Kabupaten Magelang.

 

Mereka nantinya akan memperebutkan sebanyak 259 formasi CPNS Kabupaten Magelang. “Sekarang masuk dalam tahapan verifikasi berkas lamaran, semua berkas sudah dikumpulkan dan akan dipastikan kelengkapannya,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Magelang, Erie Sadewo, Rabu (17/10).

 

Perlu diketahui tahapan verifikasi ini dilakukan hingga tanggal 20 Oktober 2018 mendatang. “Pengumuman hasil seleksi administrasi sendiri diperkirakan pada tanggal 21 Oktober 2018 mendatang atau menyesuaikan keputusan dari panitia pusat,” imbuhnya.

 

Erie juga menjelaskan bahwa seluruh hasil ini dilaporkan ke BKD Provinsi Jawa Tengah.”Nanti akan dipantau perkembangannya, keputusan semua pelamar masuk kategori seperti apa, diverifikasi. Verifikasi atas dokumen pelamar unggah secara online,” jelasnya.

 

“Sejauh verifikasi berjalan memang banyak ditemukan berkas-berkas yang kurang cermat diunggah oleh para pelamar, seperti kesalahan-kesalahan kecil yakni aturan surat lamaran yang harus diketik menggunakan komputer bukan dengan tulis tangan dan tujuan surat lamaran yang salah,” paparnya.

 

Kabupaten Magelang sendiri terdapat 259 formasi yang diajukan kemarin. Formasi tersebut terdiri dari 161 tenaga kependidikan, 83 tenaga kesehatan, dan 6 tenaga pendukung infrastruktur. Kemudian ditambah sembilan formasi khusus honorer K2 yang memenuhi persyaratan ketentuan.

 

“Dan yang terpenting saya berpesan kepada seluruh pelamar CPNS, khususnya di Kabupaten Magelang untuk tidak percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan yang nanti berakibat fatal. Karena semua proses ini dilakukan dari Pemerintahan Pusat,” pungkasnya. (bsn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here