Ada Kampung Tanggap Bencana di Dukun, Ini Kelebihannya

0
107
KSB : Pemuda Pemudi Desa Dukun mengikuti simulasi Bencana Alam Merapi saat peresmian Kampung Tanggap Bencana (27-10)--(Foto--Istimewa)
KSB : Pemuda Pemudi Desa Dukun mengikuti simulasi Bencana Alam Merapi saat peresmian Kampung Tanggap Bencana (27-10)--(Foto--Istimewa)

BNews—DUKUN—Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial RI, Herry Hikmat meresmikan kampung tanggap bencana di Desa/ Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Hal ini guna meningkatkan SDM di bidang penanggulangan bencana dan kesiapsiagaan masyarakat baik pra maupun pasca bencana.

 

Adanya kampung siaga bencana, menurut Harry merupakan suatu pendekatan yang dilakukan pemerintah. Diharapkan, masyarakat di suatu kawasan yang memiliki suatu risiko bencana, selalu memiliki kesiapsiagaan dan mitigasi terhadap risiko bencana.

 

”Ada sejumlah kawasan di wilayah atau perkampungan yang termasuk berisiko bencana alam maupun sosial dan di Kabupaten Magelang sendiri ada becana terkait aktivitas Gunung Merapi,” ujar Harry, kemarin, (28/10)

 

Menurut Harry, masyarakat di Desa Dukun juga harus melakukan pemetaan secara persuatif. Banyak aktivitas pengelolaan lingkungan yang kurang menjaga kelestarian lingkungan seperti penebangan pohon dan tidak memperhitungkan dampak longsor.

 

”Jangan sampai nanti saat terjadi bencana akhirnya memporakporandakan sehingga masyarakat banyak kehilangan aset dan sebagainya,” ungkapnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, para anggota Tagana mengadakan simulasi penanganan kebencanaan erupsi Gunung Merapi yang diikuti masyarakat Desa Dukun. Diceritakan, seolah-olah telah terjadi bencana erupsi Merapi secara mendadak di tengah-tengah aktivitas warga hingga mengungsi ke tempat penampungan sementara.

 

”Sedangkan para Tim medis juga dengan sigap langsung memberikan penanganan kepada para korban yang terdampak,” kata dia.

 

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Endra Endah Wacana, mengatakan, Kabupaten Magelang memiliki indeks risiko bencana yang sangat tinggi. Sedikitnya, ada delapan risiko bencana sehingga Kabupaten Magelang harus menyiapkan baik pra dan pasca bencana.

 

”Dalam hal ini, kita sudah melakukan beberapa hal, yakni dengan pembagian Kawasan Rawan Bencana, kemudian menyiapkan desa tangguh bencana,” terang Endra.

 

Endra mengatakan, ada 28 desa tangguh bencana yang memiliki potensi tanah longsor. Pemda juga memiliki program yang dikenal dengan sister village (Desa Bersaudara), dimana ada 19 Desa yang terancam di KRB satu, akan dipindahkan di daerah yang relatif lebih aman.

 

”Kami berharap, kampung tangguh bencana ini dapat menginisiasi daerah lain dan bersama-sama mengurangi risiko bencana di wilayahnya masing-masing,” pungkas Endra. (han)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here