Antisipasi Hoax Pemkab Magelang Gelar Rakor

0
85
RAKOR : Bakohomas Pemkab Magelang di gelar bersama linta komunitas pagi tadi (4/12)--(Foto--Istimewa)
RAKOR : Bakohomas Pemkab Magelang di gelar bersama linta komunitas pagi tadi (4/12)--(Foto--Istimewa)

BNews–MUNGKID– Ancaman hoax dan bully semakin mengkhawatirkan. Sebagai upaya menanggulanginya, Pemkab Magagelang menggelad Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) ke IV.

Acara ini digelar oleh Bagian Humas Protokoler Setda Magelang di Ruang Rapat Bina Praja Setda Kabupaten Magelang pagi tadi (4/12). Acata mengangkat tema “Menjadi Netizen Cerdas, Anti Hoax dan Anti Bullying” dihadirkan puluhan peserta dari berbagai komunitas di Magelang seperti KNPI, IPNU, IPPNU, Kolam, GenPI Magelang dan lainnya.

Menghadirkan nara sumber dari Diskominfo Kabupaten Magelang, Yoga Ardani dan Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Setiaji Eko Nugroho ST.

Kabag Humas Protokol Kabupaten Magelang, yang diwakili oleh Kasubag Peliputan, Editorial, dan Publikasi, Gunawan Andi Prihananta mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi era digitalisasi. Dimana, berbagai macam berita mudah sekali disebarkan.

“Hoax menjadi permasalahan penting di masyarakat Indonesia, kekuatan Media Sosial (medsos) yang besar akan menjadi baik pengaruhnya apabila kita bijak dan cerdas menyikapi medsos,” katanya di sambutan saat membuka acara.

“Dalam hal ini Pemkab Magelang bekerja sama dengan Diskominfo sudah mengeluarkan inovasi inovasi terkait dengan informasi yang harus diketahui masyarakat, Inovasi inovasi tersebut mempunyai besar harapan agar masyarakat dapat mendapatkan informasi yang benar dan dapat meminimalisir terjadinya Hoax,” imbuhnya.

“Kami berharap Rakor bakohumas ini agar pengguna media sosial memahami akan arti penting mampu menggunakan media sosial dalam hal kebaikan, memberikan informasi yang positiv, serta dapat digunakan untuk tujuan-tujuan kemasyarakatan seperti perdagangan, bisnis, dan jaringan komunikasi,” tandasnya.

Dia juga mengajak supaya masyarakat bijak bermedia sosial. “Kita harus lebih bijak dalam menggunakan sosmed,” katanya.

Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Setiaji eko Nugroho ST, dalam materinya menyampaikan Fitnah adalah ancaman. “Kenapa Hoax bisa besar di media sosial ? Karena di Indonesia sendiri masyarakatmya berselancar di media sosial minimal 8 jam dalam sehari, maka dari itu media sosial menjadi sarang terbesar bertumbuhnya informasi hoax,” katanya.

Hoax semakin diperparah dengan adanya tahun politik seperti saat ini. “Dalam tiga bulan terakhir sudah ditemukan 230 kasus hoax dan 57% nya adalah adalah isu politik,” imbuhnya.

MAFINDO sendiri sudah bergerak selama 2 tahun ini dalam memberantas hoax atau fitnah fitnah. Menurut Setiaji Eko Nugroho atau yang akrab dipanggil mas Jack ini, mafindo sendiri sudah melakukan pencegahan diantaranya dengan menerapakan Imunisasi aktivitas edukasi literasi digital dengan mengkampanyekan dampak positif maupun negatif dalam bersosial media. (rth-bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here