Awalnya Coba-coba, Tiga Pemakai Narkoba di Bekuk di Kota Magelang

SABU : Ungkap Kasus Polresta magelang terkait sabu-sabu (16/5)--(foto--han)

SABU : Ungkap Kasus Polresta magelang terkait sabu-sabu (16/5)--(foto--han)

BNews–MAGELANG TENGAH–Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Magelang Kota berhasil membekuk tiga pelaku penyalahgunaan narkotika. Dua pelaku merupakan pengguna dan satu diantaranya berperan sebagai pengedar.

Kapolres Magelang Kota, AKPB Idham Mahdi melalui Kasat Narkoba AKP Prasetyo menuturkan, ketiganya ditangkap di lokasi berbeda. Tersangka yang diamankan diantaranya berinisial DBP alias Dablon, 27, warga Kampung Panjang, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah.

“Dari pengakuan Dablon, ia merupakan pengguna sekaligus pengedar. Setahun mengkonsumsi dan tiga bulan coba-coba mengedarkan,” tutur Prasetyo dalam Konferensi Pers didampingi Kasubbag Humas AKP Nur Saja’ah, Kamis (16/5).

Polisi juga membekuk DCN alias Ambon, 28, yang juga satu kampung dengan Dablon. Kemudian NAP, 40, warga Lingkungan Pasar Anyar, Kelurahan Simberejo, Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Keduanya merupakan pemakai.

Kasat Narkoba menerangkan, penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang geram dengan kelakuan Dablon. Benar saja, ketika ditangkap dan dicek, urinnya positif mengandung narkoba. Dari pengakuan Dablon, akhirnya berkembang ke penangkapan Ambon dan NAP.

“Dari ketiga pelaku tersebut, Polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu hampir 3 gram. Ketiganya positif mengkonsumsi barang haram (narkoba),” tegas Prasetyo. Imbuhnya, dari NAP, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pil jahat Alprazolam, Alganax, Calmlet dan Merlopam Lorazepam.

Salah satu pelaku, Dablon, ketika diwawancara Borobudur News mengaku sudah setahun kenal dengan narkoba. Dari kenal, dirinya lantas icip-icip.

“Dari sekedar coba-coba jadi ketagihan. Tidak menyangka malah tertangkap dan dipenjara. Saya kapok,” aku Dablon tertunduk lesu.

Kasubbag Humas Polres Magelang Kota, AKP Nur Saja’ah menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi sampah dan racun masyarakat. “Seandainya melihat atau mengetahui adanya transaksi narkoba, diharapkan untuk langsung melaporkannya ke pihak Kepolisian. Pasti akan kita tindak tegas,” imbuh dia.


Akibat perbuatannya, Dablon dan Ambon, terancam pasal 114 ayat (1)jo Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1), tentang Narkotika. Sedangkan untuk tersangka NAP terancam Pasal 112 ayat (1), Pasal 127 ayat (1) dan Pasal 12 ayat (2) serta Pasal 60 ayat (2) jo dan Pasal 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Para pelaku diancam hukuman paling singkat 4 dan paling lama 11 tahun penjara. (han)

error: Content is protected !!