Bantu Keluarga Siswa SMP Ini Bekerja Jadi Tukang Kebersihan Pasar

0
88

BNews–TEMPURAN– Langkah Ahmad Malikul, 16, sedikit gontai. Dia bergegas pulang menuju rumahnya, siang kemarin. Tak seperti teman lainnya di SMP PGRI Tempuran yang memilih nongkrong atau sekedar bersenda gurau usai bel sekolah berbunyi.
Ya, Ikul, begitu dia disapa memang sedikit berbeda. Perawakannya kecil kurus rambut ikal. Bicaranya irit. Dia jarang berkumpul dengan teman-temannya.
Bukan tanpa alasan dia tidak banyak waktu untuk berkumpul atau bercengkrama dengan teman-temannya. Karena usai sekolah dia harus bekerja. Ya, bekerja.
Bagi anak seusianya, bekerja mungkin belum terpikirkan. Tapi Ikul, sudah melakukannya sejak beberapa tahun lalu. Pekerjannya pun tak biasa. Dia adalah tukang bersih-bersih pasar.
Memungut sampah. Membersihkan comberan. Begitu pekerjannya tiap hari. Hampir tidak ada liburnya.
Maka, usai pulang sekolah dia selalu bergegas menuju “kantor” nya. Sebuah sepeda buntut menemaninya mempercepat perjalanan dari rumahnya Kalisari Kecamatan Tempuran menuju Pasar Sidoagung.
Setiap jengkal di Pasar dia kelilingi. Mulai dari bagian belakang pasar, dalam dan sekelilingnya. Sampah yang dia dapatkan lalu dia pungut untuk dibuang. Kadang ada orang-orang pasar yang juga memerlukan bantuan, dia bantu saja. Tangan dan kakinya begitu ringan.
Dengan upah 20 ribu/hari, Ikul lakukan pekerjaannya tiap hari. Seperti pasar, tidak ada liburnya. “Anaknya itu rajin, hujan juga bersih bersih,” kata Saripah, salah satu pedagang pasar.
Ikul mengaku setiap hari bekerja 4-5 jam. Habis magrib dia harus pulang. Karena ibunya menunggu dirumah.
“Kalau habis bekerja ya malamnya belajar. Kadang sering ketiduran karena kecapean,” katanya.
Dia mengaku karena kesibukannya itu, membuatnya tidak bisa bermain seperti anak sebayanya. Alasannya, dia harus membantu ekonomi keluarga.
Upah yang dia dapatkan dari keringatna itu, katanya, langsung diberikan kepada ibunya.  Ikul seperti menjadi salah satu tulang punggung usai ayahnya meninggalkan Ibunya.
Melihat anak segigih itu mengetuk hati Kapolsek Tempuran AKP Yuli Monasoni, sehingga Kapolsek beserta jajaran Polsek Tempuran membuat program Polsek Tempuran Peduli . Dan kali Ikul yang ingin mereka bantu.
Pada hari Jumat (21/4) Kapolsek Tempuran mendatangi kesekolah Ikul untuk memberikan tali kasih berupa perlengkapan sholat dan bantuan materiil untuk kebutuhan belajar ikul. “Jangan dilihat apa yang kami berikan,namun ini bentuk aprisiasi kepada saudara ikul yang gigih dalam berkerja sekaligus berbakti kepada ibunya,” pungkas Yuli Monasoni.(bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here