Begini Kesaksian Warga saat Longsor Terjang Jalan Magelang Purworejo

0
251
BENCANA: Alat berat masih proses pembersihan tumpukan material longsor di jalan utama Kabupaten Magelang-Purworejo (18/1)--(Foto-Han)
BENCANA: Alat berat masih proses pembersihan tumpukan material longsor di jalan utama Kabupaten Magelang-Purworejo (18/1)--(Foto-Han)

BNews–SALAMAN– Hujan deras dengan intensitas tinggi di Kabupaten Magelang membuat tebing setinggi 20 meter di Kacamatan Salaman longsor. Meski tidak menimbulkan korban jiwa namun material longsoran setebal tiga meter yang menutupi badan jalan pengubung Magelang – Purworejo masih lumpuh total.

 

Saksi mata Bazinatul, 40, mengatakan sebelum longsor terjadi, sejak Kamis pagi hingga sore (17/1) daerahnya diguyur hujan deras. Namun pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.55 WIB dirinya mendengar suara gemuruh dan merasakan getaran kuat. Dirinya sempat mengira suara tersebut adalah gempa bumi.

 

“Saya dan suami membangunkan anak-anak dan pas keluar ada ternyata itu longsor dan sempat ada kilatan dari kabel tiang listrik yang putus terseret longsoran,” cerita warga Dusun Jamblang, Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman pagi tadi.

 

Jarak lokasi kejadian dengan rumahnya yang sangat dekat membuat pengepul barang bekas ini diliputi ketakutan. Bazinatul khawatir akan terjadi longsor susulan mengingat hujan deras yang setiap hari mengguyur daerahnya.

 

“Lokasi longsor kan nyaris tepat di depan rumah. Hanya berjarak beberapa meter saja dan kami belum tau apakah perlu mengungsi atau tidak,” ujar perempuan yang juga membuka las bengkel ini.

 

Longsor juga turut menghanyutkan sebuah tiang listrik hingga mengakibatkan listrik padam di sebagian Desa Krasak dan Kaliabu. Hingga kini, pihaknya belum bisa melakukan perbaikan jaringan yang rusak lantaran masih dalam proses pembersihan material longsoran.

 

“Ada satu tiang listrik yang ambruk dan kami masih menunggu sterilisasi untuk segera melakukan normalisasi jaringan listrik,” terang Supervisor Teknik PT PLN Magelang Kota, Asrori.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Supranowo menerangkan, usai kejadian pihaknya sekitar pukul 04.00 langsung meninjau lokasi. Dirinya lantas berkoordinasi dengan berbagai sektor seperti relawan, UPT Damkar, Polres Magelang, Kodim 0705 Magelang dan Bina Marga Provinsi.

 

“Ini kan jalan provinsi dan jalan utama penghubung Magelang – Purworejo dan kami langsung berkoordinasi untuk mempercepat proses evakuasi,” tutur Supranowo saat ditemui di lokasi.

 

Ia menjelaskan, estimasi proses normaliasi dibutuhkan waktu hingga dua hari. Namun bila dikerjakan full hari ini kemungkinan sore atau malam sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.

 

“Untuk mempercepat pembersihan kami menerjunkan empat alat berat, mobil pemadam kebakaran dibantu warga setempat,” urainya.

 

Perlu dikatahui guna menghindari kemacetan, kepolisian mengalihkan arus lalu lintas melalui jalan alternatif. Dari tujuan Magelang menuju Purworejo dialihkan melewati Pasar Krasak ke kanan, Pasar Kajoran ke kiri tembus Kaliabu. (han)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.