Begini Kondisi Nenek di Salaman yang Ditemukan Meninggal Usai Hilang Lima Hari

0
165
MIRIS: Kondisi mayat Amini sungguh mengenaskan saat ditemukan di tengah alang-alang hutan Karetan Margoyoso Salaman (19/11)--(Foto--Istimewa)
MIRIS: Kondisi mayat Amini sungguh mengenaskan saat ditemukan di tengah alang-alang hutan Karetan Margoyoso Salaman (19/11)--(Foto--Istimewa)

BNews—SALAMAN—Seorang nenek ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan siang ini (19/11), setelah dilaporkan hilang sejak lima hari lalu. Korban yang diketahui bernama Amini, 92, warga Dusun Tlogosari Desa Margoyoso Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang itu ditemukan setengah membusuk.

 

“Nenek Amini yang sudah tua dan sedikiti pikun ini, selama lima hari ini sudah kami cari-cari bersama warga, kami sisir semua lokasi ternyata tidak ketemu. Dan ternyata nenek Amini ketemu dalam kondisi seperti itu tertutup alang-alang di sebuah hutan Karetan dengan jurang yang terjal 1,5 km dari rumahnya,” ungkap Salah satu relawan dari tim Fortis Margoyoso, Priyo, 41.

 

Mayat Amini pertama kali ditemukan oleh warga atas nama Wiyanto yang sedang mencari rumput di TKP sekitar pukul 12.30 wib. “Saat melihat mayat tersebut, wiyanto langsung berlari ke posko pencarian Amini untuk melaporkan penemuan mayat tersebut,” lanjutnya.

 

Tim relawan, warga, perangkat desa langsung meluncur ke lokasi penemuan mayat tersebut. Saat ditelili oleh mereka kondisi mayat sudah membusuk penuh belatung, namun dari ciri-ciri pakaian yang digunakan sama persis yang dipakai oleh nenek amini.

 

“Kami juga ikut sertakan salah satu anak korban yang tertua, dan anak korban tersebut memastikan bahwa mayat tersebut merupakan Amini yang selama lima hari terakhir ini menghilang dari rumah,” imbuhnya.

 

Posisi mayat memang tertutup alang-alang sehingga susah terlihat warga saat melakukan pencarian selama lima hari ini.  “Kami langsung melapor ke Polsek Salaman Polres Magelang guna mengevakuasi dan identifikasi lebih lanjut,” paparnya.

 

Relawan bersama pihak kepolisian melakukan identifikasi dan selanjutnya di evakuasi. “Karena pihak keluarga sudah memastikan itu mayat adalah Amini, maka pihak keluarga tidak memperkenankan untuk di otopsi lebih lanjut,” ungkap Priyo.

 

Priyo juga menambahkan bahwa mendapat informasi dari tim medis yang ikut yakni dari Puskesmas 2 Salaman yang mengungkapkan akan kesulitan mengetahui semisal ada tanda-tanda penganiayaan dengan kondisi korban sudah membusuk dan penuh belatung. “Oleh sebab itu pihak keluarga meminta langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk di makamkan,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here