Berkabung Kecelakaan Lion Air, Ganjar Pakai Pita Hitam

0
51
RIP : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut mengenakan pita hitam di lengan kiri bersama para pegawai Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah saat acara Rapat Koordinasi Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Daerah se Jawa Tengah di Hotel Novotel (31/10)--(Foto--Istimewa)
RIP : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut mengenakan pita hitam di lengan kiri bersama para pegawai Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah saat acara Rapat Koordinasi Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Daerah se Jawa Tengah di Hotel Novotel (31/10)--(Foto--Istimewa)

BNews–SEMARANG – Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak. Tak terkecuali keluarga besar Kementerian Keuangan karena terdapat 20 pegawainya yang menjadi penumpang pesawat itu.

Sebagai wujud empati, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut mengenakan pita hitam di lengan kiri bersama para pegawai Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah saat acara Rapat Koordinasi Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Daerah se Jawa Tengah di Hotel Novotel, Rabu (31/10/2018).

“Untuk mengenang dan sebagai bentuk belasungkawa kita atas 20 pegawai Kemenkeu yang jadi korban, mari kita kenakan pita hitam di lengan kiri,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jateng, Sulaimansyah dalam sambutannya.

Usai turun dari podium, dia segera menuju ke tempat duduk Gubernur Ganjar Pranowo, kemudian menyematkan pita di lengan suami Siti Atikoh itu.

 

“Mari sejenak kita mendoakan saudara kita yang jadi korban kecelakaan pesawat Lion Air, dan semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan,” kata Ganjar.

 

Pada rapat koordinasi tersebut Kemenkeu menyerahkan penghargaan piagam raihan opini WTP kepada 32 pemerintah daerah di Jawa Tengah. Kepada para kepala daerah, Ganjar mengatakan agar terus berupaya meningkatkan integritas dan selalu mewaspadai celah korupsi pada era digital ini.

 

“Kita harus melakukan pertaubatan nasional yang bisa diaplikasikan dengan sistem. E-katalog itu membantu, tapi sudah ada yang menemukan cara terbaik korupsi dari e-katalog, yaitu lewat komunikasi bawah tangan. Maka jaga diri, spiritualitas, ingat keluarga,” katanya.

 

Penghargaan tersebut diberikan kepada 32 pemerintah daerah di Jawa Tengah berdasar pada akuntabilitas pengelolaan dan laporan keuangan daerah. Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Ganjar didampingi Kakanwil DJPb Jawa Tengah Sulaimansyah.

 

“Saya senang dan bangga karena ada perbaikan kualitas, membangun kesadaran diri melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik. Yang makin hari makin jadi style. Seolah kalau belum memperoleh WTP, punya beban tinggi,” katanya.

 

Ganjar berharap penghargaan ini mampu mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan target, jika selama ini pemerintah daerah hanya berorientasi menciptakan good government harus diubah menjadi clean government. Karena clean government lah yang diharapkan masyarakat saat ini.

“Kita harus belajar dan berbagi. Saya juga masih belajar pada level desa dan kabupaten. Dari ilmu-ilmu baru yang muncul di dunia. Mau tidak kita melakukan itu? Satu persatu catatan dari Kemenkeu kita perbaiki,” katanya.

 

Sementara itu, Kakanwil DJPb Jateng Sulaimansyah mengatakan penghargaan ini sekaligus untuk memperkuat sinergitas antarpemda dalam menciptakan kepercayaan masyarakat pada pemerintah.

 

“Karena bisa menilai langsung uang masyarakat ini untuk apa saja. Akan terbangun komitmen dan semangat bersama untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah,” katanya.

 

Penerima penghargaan opini WTP di Jateng yakni Pemprov Jateng, Pemkot Pekalongan, Pemkot Surakarta, Pemkot Semarang, Pemkot Salatiga, Pemkot Magelang, Kab Semarang, Cilacap, Banjarnegara, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Tegal, Blora, Pemalang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Pati, Jepara, Magelang, Batang, Kebumen, Demak, Kudus, Kendal, Sukoharjo, Purbalingga, Boyolali, Wonogiri, Pekalongan dan Banyumas. (lhr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here