Borobudur International Conference Petisikan Kerukunan dan NKRI

0
56

BNews–BOROBUDUR- Borobudur International Conference kedua kembali digelar di Pelataran Candi Borobudur, hari ini. Even yang menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama ini menyuarakan perdamaian dunia dan keutuhan NKRI.

Acara yang mengangkat tema The Inspiration for World Peace and Harmony ini juga diikuti sejumlah biksu dari Tibet. Dari Indonesia hadir juga Ketua PB NU KH Marsudi Suyud, Pendeta Albertus (Tokoh Agama Kristen), Franz Magnis Suseno (Tokoh Agama Katholik), Mayjen TNI Wisnu Bawa Yenaya (Tokoh Agama Hindu), Bhikkhu Santacitto (Tokoh Agama Budha), serta dari Nepal yakni Kyabje Dagri Rinpoche.

        “Moment yang tepat dengan menyambut hari raya Tri Suci Waisak akan menjadi momentum pencerahak bagi seluruh umat beragama,” kata Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono.

“Candi Borobudur merupakan mahakarya dan warisan bangsa Indonesia yang diakui dunia, sehingga acara ini di selenggarakan disini harapannya seluruh mata dunia akan tertuju dan mengetahui pesan perdamaian dari sini,” ungkap dia.

Ketua PB NU Marsudi Suyud dari PBNU menerangkan bahwa umat muslim di dunia 13,9 persennya berada di Indonesia. Namun dengan adanya Candi Borobudur yang merupakan ikon agama Budha nyatanya masyarakatnya tetap nyaman berdampingan.

“Perperangan antar umat beragama, intern beragama bisa kita lihat semua di luar negara sana dari dulu sampai sekarang belum selesai namun lihat Indonesia dengan berbagai macam perbedaan tetap nyaman dan harmonis. Beda pendapat itu wajar, demo itu boleh namun alamgkah baiknya Demonstrasi yang mengundang tourism bukan terorism,” katanya.

Bagi Nahdatul Ulama (NU), penting untuk terus menjaga kebhinekaan dan Negara Pancasila ini. “Memang benar sebagian kelompok di masyarakat Indonesia ingin merubah negara ini karena pengaruh asing, namun perlu diketahui sebelum kalian ingin merubahnya harus tau bahwa rasa kebersamaan masyarakat Indonesia ini kuat tidak mudah kalian ingin merubahnya, maka dari itu kita harus bersatu menjaga NKRI,” pungkasnya.

Wisnu Bawa Tenaya tokoh agama Hindu juga menegaskan bahwa kita ini sudah merdeka, dan kita sudah di dalam kemerdekaan itu. ” Marilah kita selalu jaga keharmonisan bermasyarakat, dan kita harus bersatu padu menjaga NKRI,” katanya.

Sedangkan tokoh Agama Katholik Franz Magnis Suseno mengharapkan event seperti ini harus disuarakan seluas seluaskpnya keseluruh Dunia, ini menjadi salah satu seruan perdamaian di Dunia khususnya perdamaian antar umat beragama.

Hari Widi perwakilan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan resume hasil acara ini yakni kita Lihat Candi Borobudur yang masih berdiri ribuan tahun di tengah tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Namun masyarakatnya tetap harmonis berdampingan menjaga warisan bangsa kita ini.

“Banyak ilmu yang bisa kita ambil disini,bukan hanya budaya,sains dan seninya namun nilai perbedaan yang masih tetap bertahan hangat di masyarakat Indonesia dan ini perlu kita pertahankan terus menerus guna menjaga perdamaian di Dunia dengan pentinganya hidup bertoleransi,” katanya. (Bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here