Dana Desa Juga Harus Untuk Pemberdayaan Potensi Desa

0
73
DESA : Salah satu potensi Desa Ngrancah Kecamatan Ngablak yang dipamerkan yakni kopi khas Magelang (19/11)--(Foto--Istimewa)
DESA : Salah satu potensi Desa Ngrancah Kecamatan Ngablak yang dipamerkan yakni kopi khas Magelang (19/11)--(Foto--Istimewa)

BNews—MUNGKID—Pemerintahan Desa harus lebih bergerak secara kreatif dan inovatif dalam pemberdayaan masyarakatnya. Hal ini disampaikan oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin kemarin saat membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Magelang, di Pendopo Drh Soepardi komplek Pemkab Magelang, Senin (19/11).

 

“Masyarakat akan lebih mudah bergerak apabila dari pihak desa langsung memberikan arahan yang bagus, kreatif dan inovatif khususnya pemberdayaan dalam segi UMKM,” katanya.

 

Era sekarang pasaran menuntut sebuah produk unggulan, dimana pihak desa bisa memberdayakan potensi Desa mulai dari alam maupun manusianya. “Ide gagasan dari pihak desa bisa menjadi peluang memajukan potensi desa kedepan sekaligus mendampingi,” imbuhnya.

 

Bupati Magelang memberikan percontohan terkait hal tersebut, dia menyebutkan Taman Bunga Ramadanu yang berada di Dusun Danurojo Kecamatan Ngluwar. “Disana mereka mengkonsep sebuah taman bunga dengan berbagai ornament menarik sehingga banyak wisatawan berkunjung, lokasi tersebut belum lama ada saja pendapatan yang masuk ke desa mencapai 1 Milyar,” paparnya.

 

Sementara itu Kepala Dispermades Kabupaten Magelang, Drs Sujadi, mengatakan, tidak hanya dibidang pariwisata potensi desa dapat dikembangkan, melainkan bisa dibidang pertanian dengan segala produk unggulannya. “Bisa dengan potensi pertanian kopi, seperti kopi Ngrancah Grabag, dan sektor lainnya,” katanya.

 

Tentunya wilayah Magelang dengan potensi alam dan manusianya mampu mengembangkannya di berbagai sektor. “Banyak peluang yang bisa dikembangkan mulai dari kelompok ekonomi peterikan, kelompok  tani, kelompok pariwisata, kelompok home industry, kelompok air bersih, kelompok perdagangan dan banyak lagi,” jelasnya.

 

Sujadi juga berharap, kedepannya anggaran bisa diambilkan dari dana desa untuk kesejahteraan masyarakat desa dalam segi pemberdayaan. ‘Selama ini dana desa kebanyakan hanya untuk pembangunan sarana dan prasaran, sedangkan pemberdayaan potensi desa masih kami kurang,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here