Dar Der Dor Suara Tembakan Muncul Saat Polisi Razia Penambangan

0
132

BNews–SRUMBUNG– Tindakan penertiban kegiatan Penambang ilegal di wilayah Gunung Merapi oleh Kapolres Magelang terus menyita perhatian. Siang tadi (15/3) kepolisian kembali melakukan penertiban di kawasan Cawang Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang tepatnya di alur Kali Bebeng.
Dalam kesempatan itu, kepolisian bahkan terpaksa memberikan tembakan peringatan kepada para penambang yang melakukan kegiatan di tebing.
Aksi itu dilakukan oleh Kapolres Magelang AKBP Hindarsono saat melakukan penertiban Cawang Desa Kaliurang Kecamatan Srumbugn Kabupaten Magelang. Tepatnya di alur Sungai Bebeng.
Beberapa kali peringatan yang disampaikan oleh Polres tidak diindahkan oleh sejumlah penambang manual yang ada di tebing. “Kalau perlu diberikan tembakan peringatan supaya mereka dengar,” tegas Kapolres.
Wakapolres Magelang Kompol Heru Budiharto kemudian memerintahkana nggotanya melakukan tembakan peringatan.  sedikitnya 10 kali tembakan peringatan di lakukan oleh petugas agar para penambang manual yang berada di tebing menghentikan aktifitasnya.
Mendengar tembakan tersebut sejumlah penambang manual langsung berhenti. Oleh polisi mereka kemudian dibawa ke Kecamatan Srumbung untuk diberikan pembinaan. Polisi juga menyita sejumlah alat yang dipakai menambang.
Tidak hanya sampai disitu, kegiatan penertiban yang dilakukan Polisi bersama tim gabungan terdiri dari DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan dan sejumlah dinas terkait itu juga mengamnkan satu alat berat.
Alat berat tersebut sedang melakukan aksi penambangan di pinggir tebing yang diduga dilakukan oleh PT SKS. “”Menambang di pinggir tebing jelas merusak, selain menyebabkan longsor juga juga menggerus lahan milik warga. Dan  yang lebih mengerikan lagi juga membahayakan penambang itu sendiri,” jelasnya.
Dia menegaskan sudah berulang kali pihaknya sudah memberikan peringatan dan himbauan sejak dua bulan lalu. “Tetapi kalau teguran  tidak pernah diindahkan seperti ini, ya terpaksa kita sikat,” tegas Hindarsono. (bsn/bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here