Diduga Melanggar, Nafa Urbach Dipanggil Bawaslu Kabupaten Magelang

0
103
PELANGGARAN : Rapat Gakumdu bersama Bawaslu Kabupaten Magelang terkait dugaan pelanggaran Kampanye Pemilu 2019 di Magelang (5/11)--(Foto--Istimewa)
PELANGGARAN : Rapat Gakumdu bersama Bawaslu Kabupaten Magelang terkait dugaan pelanggaran Kampanye Pemilu 2019 di Magelang (5/11)--(Foto--Istimewa)

BNews—MUNGKID—Artis cantik asal Magelang sekaligus menjadi salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari salah satu partai ini di panggil Bawaslu Kabupaten Magelang siang tadi (5/11). Nafa Urbach seyogyanya harus hadir siang ini, namun hanya di wakili oleh tim kampanyenya karena sedang berhalangan hadir.

 

“Harusnya dia datang hari ini ke Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang, namun cuman diwakili tim kampanyenya saja karena yang bersangkutan sedang shoting di salah satu TV Nasional”, ungkap Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Magelang Fauzan Rofiqun.

 

Nafa Urbach di panggil Bawaslu Kabupaten Magelang terkait dimintai keterangan karena dugaan pelanggaran larangan dalam kampanye. “Hal ini terkait ketika mobil tangki air BPBD Kabupaten Magelang AA 9537 HB memberikan bantuan air bersih di masyarakat Dusun Kenteng, Desa Bawang, Kecamatan beberapa waktu yang lalu,” jelasnya.

 

Masyarakat disana memang kesulitan air bersih dan sudah melakukan pengajuan ke BPBD Kabupaten Magelang untuk bantuan air bersih sejak bulan September lalu.

 

“Namun karena dari pihak BPBD Kabupaten Magelang hingga Oktober belum bisa bisa mengirimkan bantuan air, pihak tim kampanye Nafa Urbach menghubungi BPBD Kabupaten Magelang untuk segera mengirim bantuan aiar bersih kesana,” paparnya.

 

Namun saat bantuan air bersih dikirimkan oleh BPBD Kabupaten Magelang pada Oktober `2018 Tim Kampanye Nafa memasang Alat Peraga Kampanye (APK) berbentuk spanduk di mobil tangki air BPBD Kabupaten Magelang. “Padahal mobil BPBD merupakan kendaraan plat merah yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan kampanye,” ungkap Fauzan.

 

Dijelaskan bahwa pihak Nafa Urbach diduga melanggar Pasal 280 junto pasal 521 UU 7 tahun 2017 karena menggunakan mobil plat merah dalam kegiatan kampanye. “Untuk pelanggaran pasal tersebut merupakan tindak pidana pelanggaran pemilu dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta,” paparnya.

 

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang MH Habib Shaleh menambahkan pihaknya akan segara mengirimkan panggilan ulang kepada Nafa Urbach. “Saya berharap Nafa bisa datang untuk memberikan klarifikasinya terkait dugaan pelanggaran larangan dalam kampanye tersebut,” katanya.

 

“Saya juga tegaskan kepada seluruh tim kampanye untuk mematuhi ketentuan kampanye sesuai diatur UU 7 tahun 2017, PKPU 33 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum, terutama perihal larangan dalam kampanye serta aturan pemasangan APK dan penyebaran Bahan Kampanye (BK),” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here