Dokter Takjub Kekuatan Bayi yang Dilempar dari Lantai III Matahari Store Magelang

0
223
TAKJUB : Kapolresta Magelang bersama dokter RS Harapan saat meninjau kondisi Bayi perempuan korban pelemparan oleh ibunya dari lantai 3 Matahari Mall Kota Magelang (3/10)--(Foto--Istimewa)
TAKJUB : Kapolresta Magelang bersama dokter RS Harapan saat meninjau kondisi Bayi perempuan korban pelemparan oleh ibunya dari lantai 3 Matahari Mall Kota Magelang (3/10)--(Foto--Istimewa)

BNews—KOTA MAGELANG— Sempat di isukan meninggal dunia, bayi perempuan korban dilemparkan dari lantai 3 Matahari Mall Kota Magelang berangsur membaik (3/10). Bayi yang baru dilahirkan di toilet oleh salah satu SPG Karyawan mall masih bertahan hidup dengan beberapa luka di tubuhnya.

 

Pihak Dokter RS Harapan dimana bayi tersebut dirawat mengaku heran dan takjub karena kondisi bayi sangat sehat meski harus melalui pengawasan dan ditempatkan khusus dalam inkubator. “Terus terang, bayi ini sungguh luar biasa, Sangat kuat dan sehat. Ini adalah berkah dari Tuhan, padahal bayi ini dilempar dari ketinggian,” ungkap Dokter jaga IGD RS Harapan, dr. Rini Isyunti, Rabu (3/10).

 

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diduga mengalami premature dengan barat badan 1,8 kg dan panjang 41 cm. “Usia kandungan saat dilahirkan diperkirakan 6 hingga 7 bulan sehingga bisa dikatakan premature, dan kini kondisi bayi masih stabil berangsur membaik,” imbuhnya.

 

Saat pertama kali Rini menangani Bayi tersebut, dirinya mengaku sempat kaget melihat kondisi bayi dipenuhi luka, mulai dari dipipi sebelah kiri, bagian dada, siku kiri yang memar, memar bagian punggung dan terdapat luka lecet di bagian kemaluan akibat terjatuh dari ketinggian kurang lebih 12 meter.”Saya sudah memastikan dalam pemeriksaan tidak ditemukan luka dalam yang dirasa mengkhawatirkan, Terkait dengan pengaruh pada bagian organ vital pada kepala akibat jatuh dari ketinggian tidak mendeteksi adanya masalah,”paparnya.

 

” Saat jatuh kemungkinan kepalanya lumayan terlindungi, artinya yang kena hanya kepala sebelah kiri saja sehingga tidak berdampak terlalu besar. Sampai saat ini luka dalam bisa diatasi karena minumnya, nangisnya masih baik. Selain itu kondisi jantungnya sendiri juga baik dan masih normal sehingga tidak perlu mendapatkan alat bantuan seperti oksigen,” jelasnya.

 

Rini menyebutkan, tadi pagi beberapa orang datang memberikan simpatinya dengan menyerahkan susu formula serta beberapa barang perlengkapan bayi. “Saat ini masih di observasi dan diberi susu formula, serta dihangatkan di inkubator. Dipantau keaktifan bayi baik nafasnya, nangisnya, dan diharapkan luka-lukanya tidak lebih parah dari kemarin,” beber Rini.

 

Terkait dengan adanya kunjungan dari keluarga bayi perempuan malang tersebut, Rini menyampaikan belum ada satupun keluarga yang menjenguknya. Meski demikian, Rini mengaku akan mempersilahkan keluarga bayi untuk menjenguknya. “Kami persilahkan jika keluarga bayi yang akan menengoknya,” tandas Rini.

 

Sementara, Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan menjelaskan, pihaknya telah menangkap dan menetapkan ibu bayi sebagai tersangka dengan inisial NAN (21) warga Desa Banyuwangi Bandongan Kabupaten Magelang dalam selang kurang lebih satu jam. “Kami juga periksa 4 orang saksi serta mendalami motif sebenarnya,” katanya.

 

AKBP Kristanto juga menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dari orang tua tersangka, diketahui tersangka berstatus telah menikah namun keduanya telah pisah ranjang sejak lama sekitar satu tahun. “Mereka bealasan tidak mendapatkan restu dari ibu tersangka sehingga harus pisah rumah. Kita juga belum bisa menggali keterangan lebih dalam dari ibu bayi atau tersangak karena pihak Rumah Sakit Budi Rahayu belum memberikan ijin dengan alasan keadaanya belum memungkinkan,” imbuhnya.

 

“Terkait bayi yang dibuang itu merupakan hasil hubungan dengan suaminya atau tidak maka kita masih menunggu penyelidikan lebih lanjut, kami fokus kepada kesehatan bayi terlebih dahulu,” tandasnya.

 

Akibat perbuatannya ini tersangka terancam akan dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak dengan pasal 76 (c) jo. 80 (4) tentang tindak pidana kekerasan pada anak, dengan ancaman hukumannya sendiri maksimal 3 tahun 6 bulan ditambah sepertiganya karena melakukan tindak kekerasan kepada anaknya sendiri. (bsn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here