Dua Polisi Amankan 12 TPS di Magelang, Idealkah ?

PEMILU : Simulasi pengamanan TPS saat proses penoblosan pada Pemilu 2019 oleh Polres Magelang diikuti oleh jajaran KPU Kabupaten Magelang dan Bawaslu Kabupaten Magelang (13/3)--(Foto--Istimewa)

BNews—MUNGKID— Polres Magelang gelar simulasi pengamanan proses pemungutan suara pada Pemilu 2019 kemarin (13/3). Proses penoblosan lima surat suara pada Pemilu 2019 ini akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang.

 

 

Wakapolres Magelang Kompol Eko Mardiyanto mengatakan hal ini guna mensukseskan penyelenggaraan pemilu 2019, khususnya pengamanan saat proses pencoblosan di TPS ( Tempat Pemungutan suara ). “Dalam hal ini kami menggandeng pihak KPU Kabupaten Magelang dan Bawaslu Kabupaten Magelang dan element lain dan simulasi diselenggarakan di Gedung Bhayangkar Utama Polres Magelang,” katanya.

 

“Nantinya dalam pengamanan setiap dua anggota Polisi mengamankan 12 TPS, dan dibantu beberapa linmas desa,” imbuhnya.

 

Eko juga menyampaikan harapannya, agar dalam simulasi ini anggota benar benar tahu proses atau tehnis pengamanan saat pemungutan suara. “Selain itu anggota diharapkan mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan seperti kendala dan gangguan yang muncul, hal ini terkait dengan keamanan lokasi TPS saat proses pemungutan suara,” paparnya.

 

“Yang jelas dalam pengambilan keputusan harus tetap sesuao SOP yang berlaku, sebelum itu mereka kita berikan gambaran dalam simulasi yang dihadiri perwakilan jajaran KPU Kabupaten Magelang dan Bawaslu Kabupaten Magelang,” tandasnya.

 

Sementara Ketua KPU Kabupaten Magelang, Afiffudin mengatakan kegiatan simulasi ini melibatkan elemen perangkat pemilu termasuk dari Bawaslu.  “Jadi KPU sebagai penyelenggara hingga tingkat TPS, dan Bawaslu sebagai pengawas juga ditampilkan dalam simulasi ini, Sehingga lebih diketahui dengan gamblang fungsi dan tugas masing–masing unsur saat Pemilu berlangsung,” ungkapnya.


 

Dalam simulasi tersebut dibuat skenario sebuah TPS yang awalnya tenang, namun terdapat provokator yang tidak puas terhadap hasil Pemilu, hingga menimbulkan keributan. Dan petugas pengamanan turun tangan membuat situasi kondusif kembali. (bsn)

error: Content is protected !!