Dua Siswi Asal Muntilan dan Srumbung Jadi Korban Pelecehan Seksual

0
909

BNews—MUNGKID—Pelaku Cabul dan Persetubuhan di bawah umur diamankan Polres Magelang. Dua pelaku dihadirkan dalam conferensi pers siang ini di Mapolres Magelang (15/1).

Untuk kasus pencabulan ini terjadi di wilayah Kecamatan Muntilan pada Desember 2018 lalu. Namun kasus terungkap pada 9 Januari 2019 disaat HP korban sebut saja mawar di razia konten isinya di sekolahan dan berisi konten pornografi.

“Dari hasil sidak HP tersebut guru sekolahan korban melaporkan ke orang tuanya, selanjutnya korban ditanyai oleh orang tuanya mengaku bahwa sudah tiga kali dicabuli oleh tersangka,” ungkap Waka Polres Magelang Kompol Eko Mardiyanto.

Korban (Mawar) gadis 14 tahun merupakan pelajar salah satu sekolah negeri di Muntilan ini dicabuli oleh seorang pemuda dengan inisial MR, 30 warga Desa Jomboran Kecamatan Muntilan. “Modus pelaku ini mengajak korban gowes dengan sepeda dan main ke rumah pelaku, dan dirumah pelaku inilah korban dicabuli oleh pelaku,” imbuhnya.

Berkat pengakuan korban kepada orang tuanya inilah selanjutnya dilaporkan ke Polres Magelang. “Kini pelaku harus mendekap di tahanan Polres Magelang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan tuntutan kasus cabul di bawah umur,” ungkapnya.

Sedangkan kasus persetubuhan dibawah umur yang mengakibatkan korban sebut saja (Melati) gadis 14 tahun ini hamil tujuh bulan. “Kejadian ini terjadi pada 9 Januari 2019 kemarin di Desa Srumbung Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang,” papar Eko.

Pelaku merupakan tetangga korban yakni BA, 32 yang menyetubuhi korban dengan modus bujuk rayu ungkapan sayang dan dijanjikan akan dinikahi sehingga korban mau di setubuhi. “Ini dari pengakuan pelaku proses persetubuhan sudah sejak lama, dan sudah dilakukan sebanyak 10 kali lebih sehingga korban (melati) ini hamil tujuh bulan” jelasnya.

Karena orang tua korban melaporkan hal ini ke pihak berwajib maka pelaku ini harus di proses secara hokum dan mendekap di tahanan Polres Magelang. “Dalam pengamanan kedua pelaku ini, petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian milik korban dan keterangan saksi korban,” paparnya.

Kedua pelaku ini terancam dengan pasal 82 uuri no 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu no. 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua uuri no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo uuri no.35 th 2014 tentang perubahan atas UU RI no.23 th 2002 tentang perlindungan anak.

“Saya himbau kepada seluruh orang tua yang memiliki anak untuk lebih memperhatikan pergaulan mereka, dan yang terpenting dengan semakin canggihnya teknologi saat ini seperti handphone maka orang tua juga wajib memperhatikan konten-konten yang ada di dalamnya,” pungkasnya.(bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.