Festival Kopi Magelang Untuk Indonesia

0
117
KOPI : Salah satu stand Kopi dari Desa Ngrancah Kecamatan Grabag ikut tampil dengan Kopi Khas Magelangnya untuk dinikmati para pengunjung di festival Kopi Magelang (29/9)--(Foto-Istimewa)
KOPI : Salah satu stand Kopi dari Desa Ngrancah Kecamatan Grabag ikut tampil dengan Kopi Khas Magelangnya untuk dinikmati para pengunjung di festival Kopi Magelang (29/9)--(Foto-Istimewa)

BNews–GRABAG– Festival Kopi terbesar di Magelang digelar di Dusun Mejing, Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Sabtu (29/9). Puluhan gunungan kopi asli Magelang diarak, memproses kopi dari biji hingga siap minum oleh para pengunjung.

“Event Festival Kopi Magelang ini digelar untuk meningkatkan potensi kopi Magelang , dimana Kabupaten Magelang juga memiliki beberapa varian kopi khas dari lereng Merbabu, Sumbing, Merapi dan Menoreh. Khususnya kopi dari Kecamatan Grabag yang paling banyak ataupun jadi sentralnya,” ungkap Asfuri selaku ketua panitia.

Selain hal tersebut tentunya melalui Festival Kopi Magelang ini akan menambah terkenal bahwa di Kabupaten Magelang juga memiliki potensi kopi khas. “Jika semakin terkenal dengan rasa khas Magelang ke seluruh Nusantara, maka petani kopi juga akan terkena dampak positifnya,” imbuhnya.

Dengan mengangkat tema “Kopi Magelang Untuk Indonesia” ini, kopi Magelang mulai dari kualitas kopinya, keindahan alamnya juga ikut terangkat. “Ini juga dalam rangka menyambut Hari Kopi Internasional yang akan jatuh pada tanggal 1 Oktober,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Wijayanti, mengatakan, pihaknya terus berupaya mencari solusi untuk mengembangan produk kopi dari Kabupaten Magelang yang berdaya saing dengan menerapkan konsep pendekatan delapan pilar. “Pilar pertama pengembangan dalam bentuk kawasan, penerapan budidaya pertanian yang baik, penerapan paska panen yang baik, pengembangan sistem organik,” ujarnya.

Wjayanti juga menjelaskan bahwa pengembangan sistem organik ini juga digencarkan, terlebih saat Kabupaten Magelang juga memiliki cita-cita untuk menjadi kabupaten organik. “Kami sudah memulainya, penataan rantai pasok yang sering menjadi masalah pada petani khususnya kopi, fasilitasi terpadu, investasi produk pertanian dan perkebuan, peningkatan konsumsi dan akselerasi ekspor,” jelasnya.

Hadir dalam acara pembukaan Festival ini Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan, perlu campur tangan dari semua pihak untuk membawa kopi Magelang untuk menjadi kopi yang dikenal di dunia. “Kopi sudah masuk dalam gaya hidup masyarakat dan trend dunia. “Maka dari itu kreatifitas, inovasi dan kreasi dalam meramu kopi agar mampu dinikmati masyarakat Indonesia khususnya dan Dunia pada umumnya,” katanya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here