Festival Lembah Merapi Tarik Wisatawan Berbagai Daerah

0
166
FLM 2018 : Symphony Gunung penampilan Donnie Simbarani di Festival Lembah Merapi 2018 di puncak Gunung Gono Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Magelang (11/8)--(Foto--Maghnet Chanell)
FLM 2018 : Symphony Gunung penampilan Donnie Simbarani di Festival Lembah Merapi 2018 di puncak Gunung Gono Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Magelang (11/8)--(Foto--Maghnet Chanell)

BNews—DUKUN—Festival Lembah Merapi (FLM) 2018 sudah selesai digelar selamat tiga hari. Event yang terlaksana mulai tanggal 10 hinggal 12 Agustus 2018 berjalan meriah dan sukses di Bukit Gunung Gono Desa Wisata Banyubiru Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.

 

Sebuah event oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga berkerja sama dengan Pemerintahan Desa Banyubiru serta tim pelaksana dari sebuah Event Oragnizer Borobudur Plus dan Maghnet Chanell. Sebanyak 50 stand kuliner dan UMKM ikut menyajikan produknya di stand-stand yang dikonsep ala Kampoeng Merapi Kuno menambah daya tarik pengunjung untuk membelinya.

 

Event yang dmulai pada Jumat, 10 Agustus 2018 dengan rangkaian lomba kesenian rakyat dari Kota maupun Kabupaten Magelang hingga 12 Agustus 2018 sebanyak 20 Kelompok kesenian seperti Janthilan, Campur, Soreng, Gedrug, Topeng Ireng, Kubro Siswo, Brodut dan Reog. Dilanjutkan acara pembukaan secara resmi oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin,SiP pada jumat malam.

 

Konsep festival yang dibingkis oleh tim Borobudur Plus dengan memadukan model kampoeng merapi, stand ala pasar rakyat merapi dahulu, dekorasi dengan property jadul,permainan pencahayaan model jadul di poles lighting modern memenculkan nuansa syahdu bagi pengunjung. Spot foto ala Kampoeng Merapi juga menjadi modal utama Festival ini dan dekorasi panggung utama dengan latar belakang alam dan pemandangan indah dengan gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu dibelakangnya.

 

Dalam malam acara pembukaan secara resmi dengan cara pemukulan alat musik tradisional oleh Bupati Magelang Zaenal Airifin,SiP , Kadis Disparpora Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso, Asisten Administrasi Pemda Magelang Endra Endah Wacana dan Kepala Desa Banyubiru Wintoro.

 

“Saya sangat apresiasi event Festival Lembah Merapi ini atas sebuah bukit ini yang bisa mendatangkan wisatawan local maupun manca Negara, dan tentunya saya terkejut dan tidak menyangka Desa Wisata Banyubiru bisa berkembang pesat pariwisatanya,” ungkap Bupati Magelang Zaenal Arifin,SiP saat di wawancarai awak media Jumat Malam (10/8).

 

“Saya harap event ini menjadi agenda tahunan secara rutin akan digelar, dan tentunya event-event besar seperti ini akan di selenggarakan di beberapa wilayah lain di Kabupaten Magelang,” tandasnya.

 

Sementara Kadis Disparpora Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengungkapkan dengan Festival Lembah Merapi, dapat meningkatkan pengunjung atau wisatawan yang datang ke Kabupaten Magelang. “Kami berharap moment ini dapat membawa dampak yang baik kepada pariwisata dan juga perekomomian warga setempat. Obyek wisata dapat berkembang, Kabupaten Magelang menjadi destinasi wisata yang berdaya saing,” katanya.

 

Tingginya minat masyarakat dalam FLM, menjadi motivasi bagi Pemkab Magelang untuk terus mendukung dan mengadakan kegiatan serupa. “Desa-desa yang ada di sepanjang wilayah Gunung Merapi dan Merbabu diharapkan dapat dikembangkan menjadi destinasi sesuai potensi dan daya tariknya,” tambahnya.

 

Acara pembukaan ini diakhir dengan pertujukan Sendratari Chandrageni Merapi. Dimana sendratari ini menceritakan kisah sebuah gunung merapi yang suatu saat bisa meletus namun keberadaanya juga menjadi salah satu sumber kemakmuran warganya.

 

Sendratari ini hanya akan khusus ditampilkan di atas Bukti Wisata Gununggono untuk kedepannya. Dan pada malam pembukaan tersebut menjadi perdana senratari Chandrageni Merapi di tampilkan.

 

Kepala Desa Banyubiru, Wintoro menambahkan saya sangat kaget dengan Festival Lembah Merapi yang mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia serta turis manca Negara. “Ini terbukti homestay homestay yang kita sediakan untuk disewa penuh oleh wisatawan yang datang seperti dari Negara Kolombia, Jerman dan USA serta wisatawan local dari Sumatera, Jakarta, Bandung, Grobogkan, Pekalongan, Banjarnegara dan Yogyakarta,” tambahhnya.

 

Hari kedua merupan hari paling romantis di Festival Lembah MErapi 2018. DImana tidak Musik Sunrise menyambut pagi yang sejuk dari ketinggian puncak Gunung Gono ini.

 

FLM 2018 : Musik Sunrise di Festival Lembah MErapi 2018 dengan pemandangan matahari terbit dari latar belakang panggung yang muncul dari celah celah gunung Merapi dan Merbabu menambah suasan syahdu (11/8)--(Foto--Istimewa)
FLM 2018 : Musik Sunrise di Festival Lembah MErapi 2018 dengan pemandangan matahari terbit dari latar belakang panggung yang muncul dari celah celah gunung Merapi dan Merbabu menambah suasan syahdu (11/8)–(Foto–Istimewa)

Alunan musik Akustik dari tiga band menemani para pengunjung yang sudah sejak waktu Subuh sekitar pukul 04.30 wib memadati kursi khusus depan panggung utama. Sambil menikmati kopi pagi dan alunan musik romantis ditambah syahdu dengan latar belakang panggung dimana matahari terbit dari celah kedua gunung yang gagah yakni Merapi dan Merbabu.

 

Sabtu siang 11 Agustus 2018 pengunjung maupun wisatawan yang didominasi fotografer ini terpukau melihat parade Hewan Hias yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mulai dari hewan besar seperti kerbau hingga reptile seperti iguana dan tokek ikut dalam parade ini.

 

Malam puncak FLM 2018 jatuh pada malam minggu syahdu. Dimana digelar Symphony Gunung 2018 dengan bintang tamu nasional yakni Donnie Simbaranie exs Ada Band.

 

 

FLM 2018: Ribuan pengunjung memadati puncak Gunung Gono di Festival Lembah Merapi saat moment Symphony Gunung dengan aksi bintang tamu Donnie Simbarani exs Ada Band (11/8)--(Foto--Maghnet Chanell)
FLM 2018: Ribuan pengunjung memadati puncak Gunung Gono di Festival Lembah Merapi saat moment Symphony Gunung dengan aksi bintang tamu Donnie Simbarani exs Ada Band (11/8)–(Foto–Maghnet Chanell)

 

Ribuan penonton maupun wisatawan dari berbagai daerah hadir pada malam romantic tersebut. Mereka terhanyut dengan lantunan lagu-lagu indah dari Bintang Tamu seperti Karena Wanita Ingin Dimengerti, Manusia Bodoh, Auraku dan masih banyak lagi.

 

Pada hari terkahir Festival Lembah Merapi, Minggu 12 Agustus 2018 masih meriah dengan digelarnya Kirab Budaya oleh Desa Banyubiru. Dimana ratusan peserta kirab dna puluhan Gunungan memadati jalan utama Muntilan-Talun dan berakhir di Puncak Gunung Gono dengan dilakukan gerebeg gunungan produk UMKM warga.

 

Tidak lupa pada acara penutupan juga dilaksanakan pengumuman juara-juara perlombaan mulai dari Lomba Kesenian Rakyat, Lomba Parade Hewan Hias, Lomba Gununga, Lomba Stand dan lain sebagainya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here