Festival Masjid Cheng Ho Tampil di Kampung Dolanan

0
402
CHENG HO : Salah satu seni budaya cina Barong sai saat tampil dalam acara ini(15/12)--(Foto--bsn_
CHENG HO : Salah satu seni budaya cina Barong sai saat tampil dalam acara ini(15/12)--(Foto--bsn_

BNews -BOROBUDUR- Guna meningkatkan rasa persatuan masyarakat dalam aneka ragam perbedaan digelar Festival Seni Masjid Semarang Cheng Ho kemarin (15/12). Berlokasi di Kampoeng Dolanan Nusantara Dusun Sodongan, Bumiharjo Borobudur Magelang ini dipadati pengungjung.

 

Dengan mengangkat tema “Pancasila  dan Spirit Kerukunan dalam Keberagaman” acara ini menyajikan kesenian etnik cina dan tradisional jawa.”Acara ini tentunya agar masyarakat di Magelang mengenal sosok Laksamana Cheng Ho seorang penjelajah Samudera asal Tiongkok yang beragama muslim pernah singgah di Semarang dengan tujuan diplomasi dagang dan dakwah islam,” ungkap salah satu penggerak Kampoeng Dolanan Kang Abet.

“Cheng Ho juga merupakan salah satu tokoh penyebar islam tahun 1400an dimana hal ini ingin menegaskan bahwa dalam kapalnya terdapat banyak rombongan orang dengan beragam kepercayaan namun tetap tunduk kepada pimpinan dan tetap rukun,”imbuhnya.

Abet menambahkan bahwa akhir-akhir ini di negara kita Indonesia muncul isu-isu perpecahan dengan alasan perbedaan RAS.”Maka dari itu melalui sosok Cheng Ho ini diharapkan bisa menjadi contok kita semua untuk selalu bersatu dalam perbedaan,”paparnya.

CHENG HO: Salah satu seni budaya jawa SORENG ciri khas Magelang juga ikut tampil dalam acara ini (15./12)--(Foto--bsn)
CHENG HO: Salah satu seni budaya jawa SORENG ciri khas Magelang juga ikut tampil dalam acara ini (15./12)–(Foto–bsn)

Dalam acara ini disuguhkan 10 jenis kesian china dan tradisional jawa. Dan acara ini berkerja sama dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP) dengan tokoh hadir yakni Sastro Al Ngatawi.

Disingung soal kenapa acara ini diadakan di kawasan Borobudur Magelang, Sastro Al Ngatawi menjelaskan bahwa disini kita semua tahu merupaka salah satu simbol pluralisme walau berbeda beda tetao rukun berdampingan.”Spirit Borobudur juga harus kita gunakan lagi dna terus karena disini kita bisa hidup rukun,”katanya.

“Saya berpesan dan berharap jangan gara gara Politik dan Media Sosial kita bisa terpecah belah dengan saling memfitnah, melalui budaya dan seni seperti ini kita harus merajut kembali keretakan-keretakan yang ada sehingga bersatu kembali,”pungkasnya.(bsn)

 

Baca Juga :

ARTIKEL SOAL WISATA DI MAGELANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here