Hay Nitizen…Kalian Berperan Penting Sukseskan Pemilu

0
250
DAMAI: Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho saat memberikan sambutannya di Artos Hotel (27/2)--(Foto--Han)
DAMAI: Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho saat memberikan sambutannya di Artos Hotel (27/2)--(Foto--Han)

BNews—MERTOYUDAN—Masyarakat dan warga internet (netizen) berperan penting sebagai penentu kesuksesan pemilihan legislatif dan presiden yang digelar serentak 17 April mendatang. Potensi konfik horizontal yang ditimbulkan oleh fitnah, kampanye hitam dan kampanye negatif yang marak terjadi belakangan ini perlu segera diakhiri.

Gagasan tersebut disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) ”Cooling System” Pileg dan Pilpres 2019 yang diselenggarakan Polres Magelang, Rabu (27/2). Ratusan peserta berasal dari unsur Forkopimda Kabupaten Magelang, universitas, ormas, tomas, perwakilan kepala desa dan partai peserta pemilu.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adi Nugroho dalam sambutan mengatakan, masyarakat Indonesia memiliki kekayaan ragam suku dengan masyarakatnya yang heterogen. Namun akan menjadi persoalan bila keberagaman tersebut terbelah hanya karena beda pandangan politik utamanya jelang pesta demokrasi.

”Kita beribu-ribu suku dan bermacam agama yang sangat mudah disulut. Jangan saling fitnah, menjelek-jelekkan, mendiskreditkan pihak lain,” Tegas Yudianto di Cemara Meeting Room, Grand Artos Hotel & Convention.

Mantan Kapolres Jepara ini meminta masyarakat untuk tidak apatis terhadap proses, hari H hingga pasca pelaksanaan pilpres dan pileg. Masyarakat dinilai memiliki peran vital dalam menjaga kondusifitas dan keberagaman sehingga kerukunan tetep terjaga.

”Bayangkan jumlah anggota Polres Magelang sekitar 1.020 personel tidak sebanding dengan warga Kabupaten Magelang kurang lebih 1 juta orang. Jadi kami mohon dukungan dan sinergi masyarakat, ormas, dan kepala desa karena polisi adalah benteng terakhir,” pinta Yudianto.

Rektor Universitas Tidar Magelang, Mukh Arifin yang menjadi narasumber dalam forum tersebut menyampaikan, pesta demokrasi seharusnya dirayakan dengan gembira. Seluruh elemen masyarakat harus mulai berperan memperkecil bahkan menghilangkan bahaya atau ketakutan yang bisa mengancam masyarakatnya.

”Sepulang ini para peserta mempunyai peran sebagai pendingin. Kepala Desa bisa mengumpulkan warganya untuk menenangkan. Jangan sampai proses pemilu yang sederhana tapi dibuat rumit,” ujar Arifin.

Menurut hemat dia, konflik horizontal yang marak terjadi saat ini bersumber dari media sosial seperti instagram dan facebook. Namun, masyarakat dinilai belum siap bahkan kadang keliru menerjemahkan konten di medsos.

”Benar bisa diterjemahkan salah dan sebaliknya bahkan abu-abu. Tergantung kemampuan masyarakat menerjemahkan. Jadi kita harus mendampingi agar mampu menerjemahkan,” ucapnya.

Imbuh Arifin, hasil riset yang dilakukan melalui mesin pencarian dengan kata kunci ”keamanan pemilu 2019” telah menemukan 3.840.000 konten berita. Kemudian 56.200 berita dengan kata kunci ”bentrok warga kampanye pemilu”.

”Salah satu upaya menghindari konflik adalah membandingkan informasi lain agar kita tidak terpancing. Yang berpotensi membuat kegaduhan dan efektif mendinginkannya adalah pengguna internet,” pungkasnya. (han/bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.