Ini Kesepakatan Warga dengan PT SKS Terkait Penambangan

0
561
BNews–SRUMBUNG– Aksi penutupan akses penambangan oleh warga Kalirauang Kecamatan Srumbung berakhir. Hal itu setelah dilakukan mediasi antara warga dan PT SKS selaku pemegang ijin pertambangan di kawasan tersebut.
Kegiatan mediasi dipimpin oleh Camat Srumbung M Taufiq dan Kapolsek Srumbung AKP Suwindo di Rumah Kadus Jrakah Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung, semalam. Hadir perwakilan warga dan PT SKS dalam kegiatan itu.
Dalam mediasi tersebut warga meminta toleransi harga pasir bagi warga lokal senilai Rp 600 ribu. Juga terkait proses kompensasi kepada warga serta perbaikan infrastruktur jalan desa dan pengairan sawah. 
Agus Suryono, BPD Desa Kaliurang meminta masyarakat diberikan informasi terkait proses ijin PT SKS di kegiatan penmbangan tersebut. Sehingga, tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.
Proses kegiatan perbaikan jalan oleh PT SKS dianggarkan Setengah Miliar

Salah satu Pimpinan PT SKS Anang Imamuddin mengatakan aksi protes warga terjadi karena miskomunikasi saja. Pihaknya, sebenarnya sangat membuka komunikasi baik dengan masyarakat sekitar. “Sejak awal kita mendapatkan ijin resmi dari pemerintah kita ingin mempelopori sebagai penambangan yang positif dan ramah terhadap lingkungan,” kata dia.
Menurutnya, kegiatan penambangan PT SKS memiliki SOP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan dilakukan evaluasi secara berkala. “Kerja kita selalu diawasi dan dibatasi oleh aturan,” terangnya.
Terkait tuntutan warga soal harga pasir, pihaknya belum bisa memberikan jawaban pasti. Namun, hal itu sangat mungkin dikomunikasikan dengan warga. “Nanti akan kita komunikasikan dengan unsur pimpinan PT SKS lainnya,” paparnya.
Sementar itu, terkait kerusakan jalan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran setengah miliar untuk perbaikan jalan mulai dari Salam hingga mendekati daerah pertambangan. “Beberapa kegiatan perbaikan jalan sudah kita mulai dan akan terus kita lakukan perbaikan jalan-jalan yang rusak,” terangnya.
Kapolsek Srumbung AKP Suwidodo menyampaikan menambahkan pihaknya meminta Kapolsek  meminta agar warga menunggu langkah – langkah proses yang akan di lakukan oleh Kapolres Magelang dan instansi terkait. “Kita berharap supaya menempuh jalur damai dan musyawarah,” harap dia. 
Setelah mediasi, jalan yang sempat ditutup warga akhirnya dibuka kembali. Apalagi, jalur tersebut merupakan akses warga dan akses perekonomian dan pendidikan. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here