Kawasan Candi Selogriyo Mulai Dilaksanakan Zonasi Area

0
91
CANDI : Kepala Bappeda Kabupaten Magelang, Sugiyono, saat meninjau langsung pelaksanaan zonasi di Candi Selogriyo Windusari (24/10)--(Foto--Istimewa)
CANDI : Kepala Bappeda Kabupaten Magelang, Sugiyono, saat meninjau langsung pelaksanaan zonasi di Candi Selogriyo Windusari (24/10)--(Foto--Istimewa)

BNews—WINDUSARI— Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, laksanakan Zonasi di area Candi Selogriyo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Hal dilakukan saat Candi Selogriyo masih dalam proses pemugaran kemarin (24/10).

 

Kegiatan zonasi tersebut sudah dilaksanakan selama tujuh hari dan akan berakhir pada Sabtu (27/10). “Untuk kegiatan zonasi terbagi dalam tiga area, yaitu zona satu terletak di radius sekitar inti Candi, zona dua terletak di daerah penyangga candi, dan zona tiga yaitu daerah pengembangan,” ungkap Ketua Tim Zonasi BPCB Jawa Tengah, Wahyu Broto.

 

Wahyu Broto juga mengaku dalam hal pihaknya melibatkan pemerintah selaku stick holder, dimana hasil dari zonasi ini akan kami sinkronisasi antara BPCB dan pemerintah. “Kedepannya zona pengembangan atau zona tiga mau dikembangkan menjadi apa, Hal tersebut kami juga berpedoman pada UU no 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” akunya.

 

Untuk di kawasan Kabupaten Magelang terdapat dua candi yang sudah dilakukan zonasi. “Kami sudah lakukan zonasi area ini juga di Candi Losari di Kecamatan Salam dan Kawasan Candi Sengi di Kecamatan Dukun,” imbuhnya.

 

Wahyu menerangkan bahwa tujuannya zonasi ini agar candi terlindungi keasliannya. “Khususnya pada zona satu, harus asli baik bangunan candi dan lingkungannya,” terangnya.

 

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Magelang, Sugiyono, yang meninjau langsung pelaksanaan zonasi di Candi Selogriyo, mengatakan, bangunan cagar budaya semakin dilindungi dan dikonservasi maka nilai jualnya semakin tinggi, akan tetapi bila semakin jauh dari aslinya nilai jual rendah.

 

“Candi merupakan bangunan cagar budaya harus terjaga keasliannya. Selain melestarikan warisan  leluhur, dengan keaslian candi akan diminati oleh wisatawan,  terutama mancanegara,” ungkap Sugiyono.

 

“Untuk menggabungkan antara pelestarian candi dan pemberdayaan candi untuk kesejahteraan masyarakat,  maka perlu mengacu kepada UU Tata Ruang yang akan mengakomodir keduanya,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here