Keren, Sepuluh Empu Terbaik Nasional Ternyata Asal Muntilan

0
264

BNews–MUNTILAN– Siang kemarin, mendung nampak menggelayut. Tapi keringat nampak bercucuran di kening Heru Susilarto.

Maklum, hari itu pekerjaannya begitu banyak. Sesekali, keningnya mengkerut. Tangannya membenarkan kacamata yang melorot. Pria 54 tahun ini, juga berkali kali mengamati dengan begitu seksama setiap detail keris yang sedang dia ciptakan. “Setiap detailnya harus sempurna,” katanya lirih.

Ya, pria asal Dusun Nglawisan Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan ini memang seorang pembuat keris. Kalau jaman dahulu disebut empu.

    Padahal, dia tidak lahir dari darah seorang empu. Awalnya, Heru hanya seorang kolektor keris. Dia menyukai warisan budaya asli Indonesia itu sejak 1993 silam.

    Perlahan, dia mencoba ingin membuat kerisnya sendiri. Dia terus belajar dan berani mencoba.
Hasilnya, kini karya-karyanya memiliki nilai jual cukup tinggi di kalangan pecinta keris di Indonesia.

    “Dasarnya saya memang senang dengan kesenian dan produk produk kesenian, salah satunya keris namun tidak menyangka saya palah bisa berkembang dengan sendirinya menjadi pengrajin keris,” terang Heru.

    Beberapa Keris yang dibuat oleh Heru sendiri kebanyakan adalah keris dengan pamor Mataram. Ciri khasnya memiliki Luk, atau bagian melengkung. Jumlah luk atau liukan keris selalu ganjil. “Sedangkan pamor sendiri adalah bagian motif yang ada pada badan keris,dan itu juga bisa menggambarkan dari mana keris itu berasal”, jelasnya.

    Untuk membuat keris ini, dia memakai bahan baku besi,baja,dan nekel. Hasil karnya ini sudah tembus hingga pasaran nasional. Harganya pun tergolong mahal.

    Beberapa keris buatanya pernah terjual dengan harga Rp 7juta. Bahkan, ada yang terjual hingga Rp 75juta. Berbagai pameran keris pun telah ia ikuti. Dia juga mendapatkan peringkat 10 besar pande keris se Indonesia.

    Namun, dia sangat menyayangkan, perkembangan keris saat ini mulai berbelok arah. Banyak orang yang mengkait-kaitkan keris dengan hal mistis dan klenik. “Persepsi sekarang apabila sudah ada benda yang bernama keris,pasti konotasi utamanya adalah dukun, sakti dan hal hal mistis,” terangnya.

    Padahal, dia berkata tidak. Keris sendiri merupakan salah satu senjata warisan budaya luhur Indonesia sejak jaman dahulu,dan kita haris melestarikannya. “ Padahal kalau mau ditelisik keris sendiri itu adalah senjata yang digunakan pada jaman dahulu dan tidak lebih,” tegas dia.

    Keris sendiri sebenarnya sudah tidak digunakan kembali sejak bubuk misiu itu ditemukan. Keris hanya digunakan pada jaman Mataram, Majapahit,dan sejajarnya. Tak ada kesan sakti dan lain sebagainya pada keris dimasa itu.

    “Kenapa masyarakat sekarang malah menganggap Keris sendiri sebagai sesuatu yang berbau klenik,sebenarnya salah kaprah,itu dikarenakan culture saja yang sudah terpatri dari generasi ke generasi,” ungkap Heru.

    Dia juga menyanyangkan keberadaan anak muda jaman sekarang yang kurang memperhatikan produk seni dan peninggkalan budaya satu ini. Padahal ini sangat penting jangan sampai di klaim oleh Negara lain lagi.

    “Bayangkan anak-anak jaman sekarang mana mungkin mau mengerti tentang keris, apalagi di bubuhi berbau klenik. Sebenarnya culture pola pikir seperti ini seharusnya segera dihentikan, karena berpengaruh sekali dengan regenerasi selanjutnya,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here