Ketua PC NU : Mbah Durrozaq Berpesan Supaya Teruskan Pengkaderan NU

0
163

    BNews–MUNGKID– Meninggalnya KH Abdurrozaq pengasuh ponpes  PonpesNurul Falah Tegalrandu Kecamatan Srumbung meninggalkan duka yang mendalam bagi kalangan Nahdlatul Ulama. Sesepuh NU tersebut dinilai sebagai teladan bagi para nahdiyin.
        “Kita kehilangan sosok teladan,” kata Ketua PC NU Kabupaten Magelang DR Mahsun, dalam siaran persnya.
        Mahsun mengaku memiliki kedekatan dengan almarhum KH Abdurrozaq. Dalam beberapa kesempatan dia sering mendapatkan nasehat dan wejangan dari beliau.
        Menurutnya, almarhum merupakan sosok teladan bagi NU. Dia mengaku pernah suatu hari  Tim PKPNU PWNU Jateng kebingungan mencari tempat untuk menyelenggarakan pengkaderan. Selain karena anggaran minim juga karena belum ada tempat yang sesuai untuk menyelenggarakan kegiatan.
        Mengetahui hal tersebut, Mbah Durrozaq begitu almarhum disapa langsung memmberikan pondok pesantrennya sebagai tempat. “Mboten sah pekewuh, pun njenengan gadahe dana pinten, kersane pripun kulo sing nambahi menawi kirang. Mboten sah kuatir nopo nek kangge urusan NU insya Alloh gampil lan berkah,” katanya menirukan kalimat Mbah Durrozaq kala itu.
        Tidak hanya itu, Mahsun mengaku Empat tahun lebih mendampingi dan melayani KH. Abdurrozzaq selaku pj. Rois Syuriah PCNU dalam berkhidmah kepada nahdlatul ulama. Bahkan hampir 1 periode masa khidmah kali ini beliau dalam kapasitasnya sbg Mustasyar masih selalu memberi wejangan dan arahan kepada para pengurus.
        “Masih terngiang di telinga, nasehat bliau ttg masa depan NU di Magelang saat saya bersama saudara masrukhan (sekretaris PCNU) sowan dan mohon mhn do’a untuk menjalankan umroh ke tanah suci Makkah. Beliau sempat berpesan agar pengkaderan di NU harus diteruskan karena jelas manfaatnya,” katanya.

Ketua PC NU (tiga dari belakang) saat ikut menggotong kerenda jenazah KH Abdurrozaq (foto : fb Jatmiko FMMH)

        Menurutnya, meninggalnya KH Abdurrozaq meninggalkan kesedihan bagi pengurus NU di Kabupaten Magelang, JawaTengah dan bahkan DIY. JUga keluyarga besar P4SK dan seluruh pondok pesantren.
        “Matinya orang ‘alim ibarat padamnya lentera dunia. Kita benar-benar kehilangan, tidak ada lagi rasanya sosok seperti beliau di Magelang ini, komitmen ke-Islaman, kemasyarakatan dan ke-NU-nya menyatu, visi, misi, dan komitmennya untuk senantiasa mengejawantah,” katanya.
        Mahsun mengatakan KH Abdurrozzaq, selalu menanmpak sikap disiplin kepada santrinya. “Sehari-hari beliau selalu tampil rapi sebagai cerminan kedisiplinan. Memberi pengajian di mana-mana cukup mengenakan sarung, hem dipadu dengan jasket (bukan baju koko) tanpa dan kadang2 bersurban di pundaknya, dan berpeci hitam,” katanya.
        DIa berharap seluruh umat dapat belajar dan merenung, memetik hikmah, mengambil pelajaran penting dari wafatnya seorang ulama. “Selamat jalan Kyai Haji Abdurrozzaq, semoga Allah senantiasa memayungi perjalananmu menuju kedamaian abadi bersanding bersama para muassis Nahdlatul Ulama,” pungkasnya. (bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here