Lima Bupati Terkena Kasus Korupsi, Ganjar Minta Jadi Pembelajaran

0
92
MIRIS: Ganjar Pranowo saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XIV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, di hotel Atria Kota Magelang, dan berkomentar terkait kasus korupsi Bupati Kebumen (23/10).--(Foto--Istimewa)
MIRIS: Ganjar Pranowo saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XIV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, di hotel Atria Kota Magelang, dan berkomentar terkait kasus korupsi Bupati Kebumen (23/10).--(Foto--Istimewa)

BNews—MAGELANG— Lima pimpinan daerah di Jawa Tengah tengah terjerat kasus korupsi. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku malu saat diwawancari awak media selepas membuka Musyawarah Daerah (Musda) XIV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, di hotel Atria Kota Magelang, Selasa (23/10).

 

Ganjar mengajak kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan pertobatan nasional. Hal ini disampaikan Ganjar saat menanggapi vonis yang diterima oleh mantan Bupati Kebumen, Yahya Fuad, akibat kasus suap yang menjeratnya.

 

Selain kebumen ada pimpinan daerah juga terjerat kasus korupsi antara lain Klaten, Tegal dan Purbalingga. “Cukuplah membuat malu kita semua,” katanya.

 

“Saat Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) Provinsi Jawa Tengah saya mengajak kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan pertobatan nasional. Vonis yang diterima oleh Yahya, diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” paparnya.

 

Ganjar berharap dengan dijatuhi vonis terhadap Yahya sudah cukup menjadi pelajaran kita bersama. “Karena hal itu Harkat, martabat, prestasi, dan semuanya kan hilang akibat perbuatan yang mereka lakukan,” ujarnya.

 

“Bupati Kebumen otomatis langsung diisi oleh wakilnya sebagai penggantinya, terpenting sekarang bagaimana kita bersama mencegah upaya tindakan korupsi lagi,” tegasnya.

 

Dijelaskan pula bahwa salah satu upaya pencegahan tindak korupsi adalah dengan mengawal secara langsung. “Apalagi sebelum terpilihnya pimpinan, ada beberapa tahapan yang lebih dulu dilalui. Setelah terpilihpun disumpah menggunakan kitab suci dan tanda tangan pakta integritas harusnya kita semua paham betul hal tersebut,” jelas Ganjar.

 

“Mari kita jalankan pemerintah yang bersih dan memberikan pelayanan terbaik, dua hal ini cukup menjadi pegangan kita semua pemimpin daerah,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here