KKN Mahasiswa UMM Dorong Pemanfaatan Digitalisasi untuk Pemasaran Wisata

0
221
WISATA : Pelatihan Digitalisasi Marketing Wisata oleh Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Muhamadiyan Magelang Angkatan 45 Kelompok Tematik 50 (11/3)--(Foto--Istimewa)
WISATA : Pelatihan Digitalisasi Marketing Wisata oleh Mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhamadiyah Magelang Angkatan 45 Kelompok Tematik 50 (11/3)--(Foto--Istimewa)

BNews—MAGELANG SELATAN – Sebagai bagian Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhamadiyah Magelang Angkatan 45 Kelompok Tematik 50, menyelenggarakan pelatihan Digitalisasi Marketing Pariwisata siang tadi di Posko KKN di Tidar Dudan, Tidar Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang (11/3). Selama KKN mereka berupaya mendukung optimalisasi pariwisata di Wilayah Magelang debagai Pendukung KSPN Borobudur.

Ketua kelompok KKN M. Yazid menerangkan bahwa kegiatan ini sebagai langkah lanjutan cara pemasaran wisata melalui cara digitalisasi. Pihaknya menyelengarakan pelatihan yang diikuti oleh seluruh tim dan perwakilan pemuda setempat.

”Hal ini melihat bahwa di lokasi Dudan ini terdapat sebuah wisata Panahan Tidar Dudan, dan kami ingin mengembangkannya bersama pemuda-pemudi setempat sebagai pariwisata pendukung KSPN Borobudur,” katanya.

Dalam hal ini kelompok KKN Kelompok 50 ini mendatangkan fasilitator dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kedu.”Kami merangkul komunitas bentukan Kementerian Pariwisata Indonesia daerah Kedu yang kebetulan koordinatornya dari Magelang untuk membuka pola pikir soal industri Pariwisata di sekitar kita dengan cara pemasaran atau promo melalu digitalisasi ,” imbuhnya.

WISATA : Pelatihan Digitalisasi Marketing Wisata oleh  ) Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Muhamadiyan Magelang Angkatan 45 Kelompok Tematik 50 (11/3)--(Foto--Istimewa)
WISATA : Pelatihan Digitalisasi Marketing Wisata oleh ) Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Muhamadiyan Magelang Angkatan 45 Kelompok Tematik 50 (11/3)–(Foto–Istimewa)

Para peserta ini diajarkan terkait industri pariwisata. Mulai dari mulai memasarkan dan membuat semacam paket wisata.”Kami diajarkan bagaimana bisnis pariwisata itu berjalan meskipun baru dasar, dan bagaimana pemanfaatan social media untuk mendukung pemasarannya,” ujar Yazid.

“Kami berharap dengan kegiatan KKN yang singkat ini bisa menghasilkan program kerja yang nyata dan bisa berjalan ditengah-tengah masyarakat sehingga banyak factor yang bisa dikembangkan mulai dari potensi wisatanya maupun ekonomi masyarakatnya khususnya pemuda-pemudi disini,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here