Mesin Panen Padi Canggih Diujicoba di Tempuran

0
120
CANGGIH : penggunaan alat panen “combine hardvester, sebuah mesin panen canggih yang disediakan mampu menekan biaya panen petani (14/3)--(Foto--Istimewa)
CANGGIH : penggunaan alat panen “combine hardvester, sebuah mesin panen canggih yang disediakan mampu menekan biaya panen petani (14/3)--(Foto--Istimewa)

BNews—TEMPURAN— Padi jenis Mekongga berhasil di panen oleh Kelompok Tani Ngudi Hasil Dusun Punduhsari Desa Tempurejo Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang pagi tadi (14/3). Tidak hanyak itu, para petani dalam panen perdana jenis padi ini juga dikenalkan dengan mesin panen canggih.

 

Gunawan, SE Koordinator Penyuluh Pertanian di Tempuran menerangkan panen perdana ini diikuti oleh Muspika Tempuran dan perwakilan Dinas Perntanian Kabupaten Magelang, dan PPL.”Kali ini panen padi jenis Mekongga di area pertanian seluar 11 hektar, dengan hasil ubinan mencapai 66,3 ton per hekatrnya,” katanya.

 

Dan perlu diketahui bahwa saat ini terdapat 1.578 hektar lahan persawahan yang ada di Kecamatan Tempuran yang merupakan lahan padi yang cukup produktif.”Dengan program percepatan tanam yang dilakukan saat ini wilayah tempuran sudah masuk pada Indek Pertanian 2 ( IP2 ),” imbuhnya.

PANEN : Jajaran Muspika Kecamatan Tempuran, Dinas Pertanian Kabupaten Magelang dan PPL saat melakukan panen padi bersama siang tadi (14/3)--(Foto--Istimewa)
PANEN : Jajaran Muspika Kecamatan Tempuran, Dinas Pertanian Kabupaten Magelang dan PPL saat melakukan panen padi bersama siang tadi (14/3)–(Foto–Istimewa)

Gunawan menambahkan, dari target 62,5 ton per hektar dan diketahui hasilnya sekarang mencapai 66,3 ton per hektar membuktikan panen kali ini cukup bagus.”Tentunya hal ini tidak lepas dari kepedulian seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan pertanian, mulai dari pemerintah daerah dan pusat dengan pendampingan babinsa terhadap petani menjadi salah satu hal yang berdampak positif dalam usaha pertanian, khususnya di Wilayah Kecamatan Tempuran,” paparnya.

 

“Namun sampai sejauh ini tetap ada kendala yakni semakin kurangnya tenaga tanam dan tenaga panen,sehingga para petani akan menaikan biaya atau ongkos usaha tani,” tandasnya.

 

Sementara Camat Tempuran, Daryoko Umar Singgih menjelaskan terkait penggunaan alat panen “combine hardvester, sebuah mesin panen canggih yang disediakan.”Semoga dengan alat ini menjadi jawaban yang diberikan oleh pemerintah guna menjawab salah satu kendala yang dihadapi oleh petani yakni semakin berkurangnya tenaga tanam dan panen,” katanya.

 

Keberadaan mesin panen ini sudah sangat cocok dengan kondisi lahan persawahan di kawasan Kecamatan Tempuran setelah diujicobakan tadi.“Mesin ini pas dioperasionalkan di wilayah Tempuran, jenis dan ukuran mesin sesuai dengan kondisi dan bentuk sawah disini ” paparnya.

 

“Dan saya sampaiak kepada masyarakat khususnya kaum muda saat ini, jangan perlu merasa malu ataupun gengsi turun kesawan, karena peran anak muda untuk berinovasi dengan ilmu pertanian modern bisa memajukan pertanian di wilayahnya,” pungkasnya. (bsn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here