Napak Tilas Tragedi Tewasnya Seluruh Kru Pewayang di Kaki Telomoyo

0
755
ASAL USUL : Dusun Dalangan Desa Pandegan Kecamatan Ngablak dulunya bernama DusuNn Sepayung sebelum tragedi pewayangan terjadi. (foto : borobudurnews)
ASAL USUL : Dusun Dalangan Desa Pandegan Kecamatan Ngablak dulunya bernama DusuNn Sepayung sebelum tragedi pewayangan terjadi. (foto : borobudurnews)

BNews—NGABLAK— Angin kencang tiba-tiba datang di tengah keramaian suasana pertunjukan pewayangan di Kaki Gunung Telomoyo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang.  Pohon-pohon berjatuhan, panggung utama tempat wayang digelar rubuh. Seluruh kru tertimpa dan meninggal.

 

Kejadian itu terjadi ratusan tahun silam, di Dusun Sepayung Desa Pandegan Kecamatan Ngablak. Pascakejadian itu, dusun tersebut hingga kini berubah nama. “Setelah tragedi itu nama dusun ini berubah menjadi Dalangan. Diambil dari kata dalang,” kata Sekdes Pandegan Wardoyo, kepada borobudurnews.com.

 

Dusun Dalangan sendiri merupakan dusun terakhir sebelum menuju ke Puncak Gunung Telomoyo. Dusun itu merupakan pintu gerbangnya.

 

Dia sendiri mengaku tak tahu persis kapan kejadian tragedi itu. Cerita itu dia dapatkan secara turun temurun dari sesepuh dusun.

 

Namun, ada bukti otentik. Di ujung dusun, dekat pintu masuk Gunung Telomoyo ada puluhan makam. “Disana itu dimakamkan seluruh kru pewayangan yang meninggal dalam tragedi itu,” katanya.

 

Ada berapa makam ? “Persisnya tidak tahu. Tapi dalang, sinden, niyogo (penabuh gending) yang meninggal dimakamkan di sana,” papar dia.

 

Hingga kini, makam itu banyak dikunjungi para peziarah. Kebanyakan yang datang justru orang-orang dari luar kota. “Banyak juga dalang yang datang ke sini untuk berziarah,” papar dia.

 

Setelah tragedi itu, kini semua masyarakat dusun tidak ada yang berani menggelar pentas wayang. Termasuk bunyi-bunyi gamelan. “Pernah ada pertunjukan dengan musik gamelan langsung datang angina kencang dan hujan,” kenangnya. (bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here