Nasibnya Digantung, Pedagang Secang Wadul Dewan

0
80

BNews–MUNGKID– Puluhan pedagang Pasar Secang merasa nasibnya tidak segera diberikan kejelasan oleh Pemkab Magelang usai pembangunan pasar selesai dilaksanakan. Mereka meminta kejelasan soal kepastian keringanan harga sewa kios dan los yang dijanjikan.

Padahal, tanggal 15 Juli besok mereka sudah diharuskan menempati Pasar Secang. Padahal, sampai saat ini belum ada kepastian harga yang diberikan.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan perhitungan tim apresial dari Bogor, harga kios di lantai bawah berkisar Rp 66 juta. Kemudian untuk los seharga Rp 5 jutaan. Pedagang menilai nilai apresial tersebut terlampau jauh dengan nilai bangunan di sekitar pasar.

Ketua Paguyuban Pasar Secang, Winarno mengatakan harga tersebut dinilai terlalu memberatkan pedagang. Sehingga, sejak 15 mei lalu pihaknya sudah mengajukan permohonan keringanan kepada Bupati Magelang. “Namun sampai saat ini belum ada jawaban,” kata dia saat beraudiensi di DPRD Kabupaten Magelang.

Audiensi dipimpin langsung Ketua DPRD Saryan Adi Yanto dan Ketua Komisi II M Sobikin. Hadir juga dari eksekutif Plt Sekda Agung Trijaya, Kepala Bappeda Sugiyono, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Asfuri Muhsis.

Menurutnya, para pedagang diminta untuk mengajukan permohonan keberatan secara pribadi kepada Bupati Magelang. Dia khawatir hal itu justru akan memecah belah pedagang Pasar Secang.

“Kita ingin mengajukan permohonan keringanan secara bersama-sama. Dan kita siap pindah pada tanggal 15 (Juli) besok setelah ada kepastian keringanan yang diberikan,” paparnya.

Sejauh ini, para pedagang sudah berusaha untuk bertemu dengan Bupati Magelang. Namun, belum juga mendapatkan kepastian dan mereka justru merasa di permainkan. “Kita tidak minta harga murah kita minta harga yang wajar,” papar dia.

Santoso, pengurus paguyuban Pasar Secang mengatakan pedagang satu suara terkait tuntutan yang disampaikan tersebut. Dia juga meminta supaya Pemkab Magelang segera memberikan keputusan terkait lahan berdagang mereka.

Selain itu, mereka juga meminta kejelasan terkait ukuran los yang berbeda antara realita dengan paparan yang disampaikan DInas Perdagangan Koperasi dan UKM saat sosialisasi.

“Saat sosialisasi disampaikan ukuran los 3 meter persegi. Namun kenyataannya di lapangan hanya 2,5 meter persegi. Dimana yang 0,5 meter perseginya,” papar dia.

Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adi Yanto berharap Pemkab Magelang mengedepankan kearifan dalam menentukan harga kios dan los Pasar Secang. Dia juga mendesak supaya segera ditentukan harga kios dan los supaya cepat selesai dan pasar baru ditempati.

       “Saya minta waktu hari Senin (10/7) sudah ada keputusan. Kepala Dinas Perdagangan, segera menentukan berapa harga yang harus dibayarkan setelah diberikan keringanan. Jam 1 siang kita rapat jam 1.15 persoalan harus selesai,” papar Saryan.

Dia juga mengatakan akan mendatangkan tim apresial dalam pertemuan pada hari Senin (10/7) tersebut. Supaya perhitungannya harga sewa kios dan los bisa diketahui pedagang.

Saryan meminta persoalan ini segera diselesaikan. Sehingga, para pedagaang bisa segera menempati tempat yang baru dan berdagang dengan nyaman. “Fungsi negara harus hadir saat seperti ini. Para pedagang ini adalah masyarakat Kabupaten Magelang yang berhak mendapatkan perlindungan dan kenyamanan dalam berdagang,” paparnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Asfuri Muhsis mengatakan keringanan bisa diberikan asal masing-masing pedagang mengajukan permohonan. Meski demikian, pihaknya akan menyampaikan tuntutan pedagang tersebut kepada Bupati Magelang. “Nanti akan kita laporkan kepada Bapak Bupati,” paparnya. (bn1/bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here