Obyek Wisata Ketep Pass Berinovasi Untuk Penuhi Target

WISATA : Obyek Wisata Ketep Pass Sawangan Kabupaten Magelang selalu berusaha menapai target pendapatan (27/12)--(Foto--Istimewa)

WISATA : Obyek Wisata Ketep Pass Sawangan Kabupaten Magelang selalu berusaha menapai target pendapatan (27/12)--(Foto--Istimewa)

BNews—SAWANGAN—Obyek Wisata Ketep Pass berlokasi di antara Gunung Merapi dan Merbabu ini memang memiliki keistimewaan sendiri. Selain bisa menyaksikan secara dekat kemegahan kedua gunung tersebut juga terdapat banyak wahana seperti Museum, Bioskop Merapi, Kuliner dan lainnya.

 

Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran BPOW Ketep Pass, Edward Alfian menyampaikan tiap tahunnya wisatawan yang datang semakin meningkat. “Untuk tahun 2018 ini kita di target mendapat pemasukan 6,2 Milyar rupiah atau sekitar 400- 500 ribu pengunjung pertahunnya,” katanya kepada Borobudur News pagi ini (27/12).

 

Target tersebut meningkat dari tahun sebelumnya 2017 dan 2016, dimana pada tahun 2016 ditarget pemasukan sekitar 4,1 Milyar rupiah dan tahun 2017 ditarget 5,5 Milyar rupiah. “Sejak tahun 2010 baru sekali kami mencapai target yakni pada tahun 2014 lalu, dimana target kala itu 3,5 Milyar dan kami mampu mendapatkan sekitar 3,6 Milyar,” imbuhnya di sela-sela kerjanya di Ketep Pass Desa Ketep Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.

 

Edward mengungkapkan hal ini terjadi dimungkinkan karena berbagai dampak yang masih kurang support. “Salah satunya tersedianya kantong parkir, meskipun kita sudah ada namun saya rasa masih kurang jika tiba musim libur panjang seperti ini,” paparnya.

 

Banyak wisatawan menggunakan bus-bus besar datang, dan selama ini selalu diupayakan tetap tertata rapi di tempat yang sudah disediakan. “Kami sudah menemukan beberapa rencana atau inovasi kedepan terkait hal ini, dimana saat musim ramai wisatawan akses jalan menuju ketep ke Banyuroto sementara dialihkan dan jalan tersebut khusus dijadikan parkir wisata,” terangnya.

 

Untuk jalur alternative saat ini memang sudah ada, namun belum siap dilalui kendaraan umum. “Kami sudah berupaya mengajukan ke pihak berwenang untuk pembenahan jalur alternative tersebut karena Desa-Desa di sekitar lokasi juga mendukung rencana kami ini,” ujar Edward.


 

“Namun saya tetap optimis wisatawan yang akan berkunjung kesini tetap akan mencapai target, minimal mendekati target yang sudah ditentukan dengan adanya peningkatan-peningkatan fasilitas dan pelayanan dari kami,” pungkasnya. (bsn)

error: Content is protected !!