Pajak Naik, Harga Pasir Bakal Makin Tinggi

0
655
PAJAK : ACARA SOSIALISASI PENETAPAN HARGA PATOKAN PENJUALAN MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN (3/2)--(FOTO--ISTIMEWA)
PAJAK : ACARA SOSIALISASI PENETAPAN HARGA PATOKAN PENJUALAN MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN (3/2)--(FOTO--ISTIMEWA)

BNews—MUNGKID—Kenaikan besaran pajak mineral pasir dan batu akan mulai ditetapkan pertanggal 8 Februari 2018. Hal ini berdasarkan Undang-Undang 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah maka kewenangan tentang penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Bukan Logam dan Batuan beralih dari Kewenangan Bupati/Walikota menjadi kewenangan Gubernur.

 

Hal ini disampaikan oleh kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah Kabupaten Magelang,  Adi Waryanto, di Ruang Pendopo Setda Kab Magelang 3/2. “ Semua ini berdasarkan SK Gubernur Nomor 543/30 Tahun 2017 Tentang Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Bukan Logam dan Batuan,” katanya deadpan peserta sosialisasi kepala SKPD , Muspika , Pengusaha Tambang dan para /depo , Paguyuban penyenggrong, Paguyuban angkutan golongan C, seluruh Kabupaten Magelang.

“Rencana ini disesuikan dalam rangka perhitungan dan penetapan pajak mineral bukan logam dan batuan  maka perlu menyesuikan harga patokan penjualan mineral bukan logam dan batuan yang ditetapkan oleh Gubernur,” imbuhnya.

Lebih lanjut Adi Waryanto menyampaikan bahwa hal ini berdasarkan hasil survey di Wilayah Kabupaten Magelang dengan 44 responden di lokasi tambang maupun atau depo material.” Untuk Harga Jual Mineral Bukan Logam dan Batuan diperoleh harga rata-rata sebesar Rp.111.355/m3,-, sehingga penetapan besaran pajak pengambilan mineral bukan logam dan batuan menggunakan harga patokan yang ditetapkan oleh Gubernur sebesar Rp.125.000/m3 untuk material pasir dan batu,” paparnya.

Untuk jenis kendaraan besarnya pajak lama dengan yang baru akan menjadi Tronton sebelumnya Rp 50.000 akan menjadi Rp 418.000, Kendaraan Engkel Rp 36.000 menjadi Rp 300.000, Colt Disel Rp 18.000 menjadi Rp 150.000, dan Kendaraan Bak Terbuka Rp 5.000 menjadi Rp 43.000.

Sementara itu Kepala Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral Propinsi Jawa Tengah Ir Akhmad Gunawan menyampaikan Peraturan Gubernur Jawa tengah Substansi patokan penjualan mineral bukan logam dan batuan berdasar mekanisme pasar.”Untuk penetapan besar pajak , harga jual mineral bukan logam lebih tinggi dari harga patokan, atau sama apabila harga lebih rendah dari harga patokan,” katanya.

“Saya tambahkan bahwa tiap jenis komoditas tambang di tiap tiap daerah di jawa Tengah ada yang mempunyai harga yang berbeda,” tandasnya..

Kenaikan pajak ini dinilai memberatkan oleh  para paguyupan angkutan golongan C Kabupaten Magelang.”Kami merasa keberatan atas kenaikan ini karena tentunya harga material sirtu pasti akan melonjak naik, dan mohon untuk ditinjau kembali,” pungkas salah satu perwakilan paguyupan angkutan golongan C Kabupaten Magelang. (bsn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here