Pasangan Lansia Asal Pakis Ini Tinggal di Gubuk Derita

0
60

BNews–PAKIS– Di Kabupaten Magelang masih ada warganya yang tinggal digubuk derita. Mereka adalah pasangan suami istri di Dusun Jumbleng Desa Bawang Kecamatan Pakis.
Sehari-hari, Romli, 57, dan istrinya tinggal di sebuah gubuk kecil di dekat tempatnya membuat batu bata. Rumahnya kecil. Reot. Tidak ada perabotan.
Nyaris hanya satu ruangan kecil. Didalamnya ada tempat tidur dan juga dapur yang jadi satu. Temboknya anyaman bambu. Sudah banyak berayap dan berlubang.
Untuk menutupi dari kencangnya angin, dia menumpuk beberapa karung berisi bahan bakar batu bata di sampingnya. Kamar mandipun tidak ada.
Jika ngantuk, kakek enam cucu tidur di sebuah papan atau amben kecil. Hanya beralas tikar plastik yang sudah banyak sobeknya.
Tak hanya itu, mereka nyaris hidup tanpa listrik. Jika malam hari datang sebuah cahaya dari lampu minyak tanah cukup untuk menerangi.
Ya, begitulah kehidupan Romli dan istrinya tiap hari. Mereka sebenarnya punya rumah kecil di kampung. Tapi rumah itu mereka relakan untuk dua anak perempuannya yang sudah menikah. Jadilah mereka mengalah dan memilih tinggal digubuk dekat mereka membuat batu bata.
“Demi anak-anaknya mandiri dengan keluarga kecilnya mereka masing-masing kami selaku orang tua rela tinggal di tempat seperti ini,yang penting bisa beristirakah ,” katanya dalam bahasa jawa.
Rumah yang sebelumnya dia tinggali juga tak bagus. Dia pernah menerima  bantuan renovasi rumah sebesar RP 15 juta. Tetapi itu 3 tahun yang lalu. Dan bantuan itu untuk merenovasi rumahnya yang kecil itu dan sekarang di tinggali oleh anak-anaknya dan keluarga kecilnya.
Saban hari, dia membuat batu bata dan memulung. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Juga untuk menjaga dapurnya tetap “ngebul”.
Setiap hari, Romli mengaku mendapat penghasilan kurang dari Rp 20 ribu. Kadang, tidak ada pemasukan sama sekali. “Ini tiga bulan batu bata tidak laku karena tidak ada panas,” paparnya kepada borobudurnews.
Apa tidak ingin kembali ke rumah ? Dia menggelengkan kepala. Menurutnya, rumah yang dulu mereka tempati sudah penuh dan ditinggali anak-anak serta cucunya.
Dia juga mengaku tidak mau meberatkan anak-anaknya dan membiarkan anak-anaknya hidup mandiri dengan keluarganya pasangan lansia ini rela tinggal di tempat seperti ini.
Romli yang mantan TKI ini juga tahun 2013 silam ini berangan-angan tetap akan membangun rumah kecil di tanah ini jika besok ada rejeki, “Saya jugan berangan-angan akan membuat rumah kecil buat melanjutkan masa tua saya dan istri saya ini,tetapi itu baru angan-angan saja,” ungkapnya.
Tapi entah itu akan terwujud kapan. Dia hanya bisa menggelengkan kepala. (bsn/bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here