Pasca 1000 Lampion Air Bupati Janji Perbanyak Even Wisata

0
153
BLEDER: Prosesi larung sengkoloTelaga Bleder sebagai tanda pelepasan seribu lampion di Festival Telaga Bleder 2018 (8/9)--(Foto--Istimewa)
BLEDER: Prosesi larung sengkoloTelaga Bleder sebagai tanda pelepasan seribu lampion di Festival Telaga Bleder 2018 (8/9)--(Foto--Istimewa)

BNews—GRABAG—Ribuan lampion dinyalakan di atas sebuah Telaga di kaki Gunung Andong Grabag Kabupaten Magelang, Sabtu malam (8/9). Moment tersebut menjadi malam puncak Festival Telaga Bleder 2018 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang (Disparpora).

 

Rangkaian acara diselenggarakan di Telaga Bleder Desa Ngasinana Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang tersebut. Mulai dari puluhan stand kuliner, Lomba Kesenian Rakyat, Melody Telaga, Larung Sengkolo Telaga, Lampion Air, Lomba Dayung dan Lomba Foto telah digelar.

 

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengungkapkan event ini merupakan agenda tahunan yang sudah keempat diselenggarakan di Telaga Bleder ini. “Hal ini menjadi salah satu upaya promosi wisata untuk obeyk obyek wisata di Magelang sisi utara,” Katanya selepas membuka acara dengan didampingi Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo dan Kadin Disparpora Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso.

 

Tentunya tempat pariwisata di wilayah utara Kabupaten Magelang ini tidak hanya Telaga Bleder saja, melainkan sangat banyak sekali, seperti Sekar Langit, Telomoyo, Gunung Andong, dan juga Candi Umbul dan Selo projo. “Maka saya minta kepada Kepala Disparpora dan Sekda, nantinya akan saya buatkan acara di Kecamatan Ngablak tepatnya di Pandean untuk Telomoyo,” imbuhnya.

 

Sementara Kadin Disparpora Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso menyampikan rangkaian kegiatan mulai dari Lomba Kesenia Rakyat ini selain untuk promosi wisata juga promosi seni dan budaya. “Selain itu juga memberikan ruang seni dan budaya bagi komunitas dan anak-anak muda untuk berkarya, dan meningkatkan perputaran roda perekonomian masyarakat,” katanya.

 

Event yang berlangsung selama dua hari ini, mulai tanggal 8 dan berakhir 9 September ini menyedot perhatian wisatawan dari berbagai daerah luar Magelang. Tampak hadir dalam pelepasan lampion wisatawan dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan lainnya mengikuti moment berharga di Telaga Bleder ini.

 

Untuk perlombaan kesenian rakyat sendiri diikuti oleh 15 kelompok kesenia. Keluar sebagai juara umum Soreng Wiji Wahyu Budoyo dari Pagergunung Ngablak, Juara kedua Reog Margo Utomo dari Karangrejo Krogowanan Sawangan, Juara ketiga Topeng Ireng Mageso Lodro dari Puton Tuksongo Borobudur.

 

Sementara juara harapan satu sampai tiga untuk lomba kesenian diperoleh oleh kelompok Kubro Siswo Bangun Mudo dari Candiloo Banyubiru Dukun, Janthilan Rekso Budoyo dari Nusupan Salaman dan Soreng Wahyu KridoMudodari Selo Ngisor Batur Getasan Kabupaten Semarang.

 

Selain itu ada perlombaan dayung yang diikuti 66 tim dari Jateng-DIY. Dimana masing-masing tim terdiri dari 5 orang untuk adu balap dayang di Telaga Bleder.

 

Keluar Sebagai juara lomba dayung yakni juara satu Tim Rewo-Rewo, Juara dua tim Boso, Juara tiga tim Faji 2. Sementara juara harapan 1 sampai 3 diperoleh oleh tim Soborowo, Faji 1 dan Energy Bumi Magelang 1.

 

Dalam moment tersebut juga diumumkan sekaligus pemberian hadiah perlombaan artikel Wisata Magelang. Dimana perlombaan ini menulis artikel khusus wisata di Kabupaten Magelang yang beberapa waktu lalu digelar oleh Disparpora.

 

Keluar sebagai juara menulis artikel ini yakni juara 1 diraih oleh Aan Kosihan (Surakarta), juara 2 diraih oleh Mamad Affifudin (Wonolelo, Muntilan), dan juara 3 diraih oleh Randi Fairus Shoki (Bogor). Sementara juara Harapan satu hingga tiga diperoleh oleh Aisha Rinda Eka Wibiwati dari Kajoran Magelang, Khatisa Anggi Novitasari dari Donorejo Secang, dan Berlina Rina Adinda dari Salamkanci Bandongan Magelang. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here