Penjual Makanan Busuk di Candi Borobudur Ditangkap

0
543
BOROBUDUR: Wingko Babat Busuk atau berjamur yang di foto oleh korban dan diupload di sosial media menjadi barang bukti saat menangkat oknumpedagang nakal (18/11)--(Foto-- Akun Facebook Adriano Galih)
BOROBUDUR: Wingko Babat Busuk atau berjamur yang di foto oleh korban dan diupload di sosial media menjadi barang bukti saat menangkat oknumpedagang nakal (18/11)--(Foto-- Akun Facebook Adriano Galih)

BNews–BOROBUDUR– Aksi penjual wingko babat busuk di kawasan Candi Borobudur akhirnya terbongkar. Kasus yang ramai di media sosial itu langsung ditindaklanjuti oleh Tangker Borobudur dan berhasil menangkap penjual serabi busuk siang tadi.

 

Kasus ini bermula dari salah satu wisatawan bernama Adriano Galih mengupload status beserta foto-foto wingko babat menceritakan telah tertipu saat membeli oleh-oleh di salah satu obyek wisata tersohor di Jawa Tengah. AKun Facebook tersebut mengupload di sebuah group Info Cegatan Jogja dan sempat menjadi firal pada 16 November 2017 kemarin.

Ia menceritakan bahwa telah membeli oleh oleh tiga bungkus wingko babat dari pedagang yang menawarinya di dalam bus. Namun setelah sampai dirumah dan dibuka ternyata isinya sudah berjamur atau busuk semua.

Mengetahui kejadian Borobudur News mencoba konfrimasi ke salah satu ketua paguyupan pedagang yakni  Ketua Sentra Kerajinan, Makanan, dan Minuman, Borobudur (SKMB), Warkim. Saat dikonfirmasi soal informasi tersebut dirinya sangat terkejut dan akan mengkoordinasikan dengan pengurus yang lainnya, mengenai peristiwa tersebut (17/18).

Berselang satu hari pihak Tanker  (Tim Anti Kekerasan Borobudur) selaku petugas yg bertanggungjawab atas keamanan di wilayah parkir Candi Borobudur mengundang korban yang mengupload cerita tersebut untuk konfrimasi sekaligus mencari oknum pedagang tersebut. Bersama petugas korban mencari pedagang tersebut dan berhasil menemukannya.

Ketua Tanker Kirno Prasajo, 43 menerangkan korban kita undang untuk konfrimasi dan mencari bersama-sama pedagang tersebut agar jelas semua.”Setelah oknum pedagang tersebut ditemukan kita lakukan konfrimasi dan kita bawa ke Pos Polisi Pariwisata Borobudur untuk di mintai keterangan sama petugas,” katanya saat di wawancarai Borobudu News (18/11).

“Mungkin kejadian ini bisa menjadi pelajaran kita bersama namun saya harap jika suatu saat terjadi lagi tolong jangan diviralkan terlebih dahulu namun bisa melaporkannya ke pihak berwajib Polisi atau hubungan call center TWCB atau nomor saya pribadi 0813-2852-0513 ,” imbuhnya.

“Hal ini juga menjadikan semua pelaku wisata terutama di Candi Borobudur untuk lebih bisa bersikap dewasa dan melaksanakan sapta pesona demi kemajuan wisata Indonesia terutama Borobudur,” pungkasnya.(bsn)

Baca Juga :

KUMPULAN BERITA SERUNYA BERWISATA DI MAGELANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here