Perkenalkan, Ini Batik Khas Gunungpring Magelang

0
72
BATIK: PJS Sekda Pemkab Magelang Endah Endra Wacana saat mengunjungi setra Batik Mandala di Desa Gunungpring Muntilan (5/11)--(Foto--Istimewa)
BATIK: PJS Sekda Pemkab Magelang Endah Endra Wacana saat mengunjungi setra Batik Mandala di Desa Gunungpring Muntilan (5/11)--(Foto--Istimewa)

BNews–MUNTILAN– Siapa sangka di Kabupaten Magelang terdapat batik khas sendiri. Selain batik indigo di Borobudur, juga terdapat Batik Mandala yang tersentral di Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan.

Ketua Paguyuban pembatik di Desa Gunungpring, Hayatini Siswiningrum, mengatakan hingga saat ini telah terdapat 23 pembatik yang sudah tercatat secara resmi. “Itu belum semua, karena ditambah oleh pembatik-pembatik yang baru di Desa Gunungpring ini,” katanya hari ini saat menerima kunjungan PJS Sekda Magelang Endra Endah Wacana (5/11).

Batik khas Magelang sendiri memang belum terlalu dikenal luas keberadaannya. “Mungkin hal ini karena kita lemah di pemasarannya, dan kesadaran masyarakat Magelang untuk mengenakan batik khas Magelang belum besar,” imbuhnya.

“Mungkin dimulai dari stake holder terkait, atau pejabat daerah untuk memulai mengenakan Batik Khas Magelang seperti wilayah wilayah lain dimana Bupati dan jajarannya sudah mengenakan batik khas daerahnya seperti di Kota Magelang, Purworejo dan lain lagi,” papar Hayatini.

Hayatini juga menambahkan bahwa selama ini pihaknya hanya menggantungkan jika ada pesanannya saja. “Sebenarnya kualitas Batik Magelang tidak kalah kualitasnya dibandingkan batik batik di wilayah lain, dan kami sudah memproduksi sendiri berbagai variasi diantaranya batik cap, eco print, dan batik lukis,” tambahnya.

Mengenai harga juga sangat bervariasi tergantung pesanan, untuk bahan sendiri rata-rata ukuran 2 Meter mencapai Rp150.000-Rp200.000. “Kualitasnya sudah sangat baik, tidak gampang luntur meski di cuci dengan mesin cuci. Untuk perawatannya pun cukup mudah, asal tidak terlalu lama dijemur,” tandasnya.

Sementara PJS Sekda Endra Endah Wacana memberikan tanggapannya langsung terkait hal ini bahwa kita nanti akan bersama-sama mempromosikan batik itu agar lebih dikenal oleh masyarakat. “Dengan harapan dapat menggerakan ekonomi kreatif pada masyarakat juga,” katanya.

Kedepan, Lanjut Endra pihaknya akan mengkolaborasikan antara pengrajin batik dengan pihak Pemda itu sendiri. “Mungkin dibidang regulasinya dan promosinya akan kita upayakan,” lanjutnya.

Kunjungan kali ini menjadi salah satu bentuk upaya Pemkab Magelang unnuk meningkatkan dan menumbuhkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Magelang. “Selain itu sektor pariwisata di Kabupaten Magelang juga menjadi salah satu cara untuk mengangkat batik asli Magelang tersebut, dimana tiap tahunnya terdapat 2,8 juta pengunjung yang hadir di kawasan Candi Borobudur,” paparnya.

“Batik Magelang juga bisa kolaborasi dengan 19 Balkondes di sekitaran Candi Borobudur, sehingga nanti Batik Magelang akan lebih terangkat,” jelasnya.

Terkait pejabat Pemkab Magelang, nanti Endra Endah Wacana akan mengumpulkan semua pimpinan SKPD bersama para pengrajin batik terkait hal ini. “Nanti kita bicarakan terkait motif dan kualitasnya, selanjutnya regulasinya terkait pejabat menggunakan batik khas Magelang,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here