Polisi Bubarkan Rencana Pengajian FAUIB di Tempuran

0
101

    BNews-TEMPURAN– Rencana pengajian  yang akan diikuti oleh Organisasi Masyarakat Forum Aliansi Umat Islam Bersatu ( FAUIB ) yang diadakan di Pondok Pesantren Hidayatusiban Gowan Tanggulrejo Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang kemarin (4/5) dicegah oleh aparat keamanan Polres Magelang bersama TNI. Polres Magelang menerjukan 400 pasukan gabungan guna mencegah rencana rombongan ini karena ada penolakan dari sejumlah kalangan masyarakat.

Bahkan, dalam kegiatan antisipasi ini sedikit diwarnai aksi kericuhan,  Kepala Desa Tanggulrejo Kusriyanto didorong oleh ketua panitia M.M sehingga mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Tidar Magelang. “Memang benar sebelum adanya proses mediasi sempat terjadi aksi pendorongan tersebut, dan oknum yang mendorong di bawa ke Polres Magelang untuk dilakukan pemeriksaan,” terang Kapolsek Tempuran AKP Yuli Monasoni.

Kegiatan mencegah rombongan FAUIB ini langsung di pimpin Waka Polres Kompol Heru Budhiharto dengan melakukan penjagaan di sepanjangan jalan menuju lokasi. “Kita lakukan pencegahan ini bukan tanpa alasan kami lakukan, hal ini di karenakan adanya surat pernyataan bersama atas penolakan rencana pengajian tersebut dari Warga Tempuran,” Ungkap Kapolsek Tempuran.

Surat pernyataan ditanda tangani bersama-sama oleh Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Tempuran, terkait kegiatan pengajian FAUIB. Dan beberapa hari sebelumnya surat sudah diberikan ke Polres Magelang. “Maka guna mencegah terjadinya bentrok dan gangguan keamanan lainya Kapolres Magelang dengan ini tidak mengeluarkan atau menerbitkan STTP ( Surat Tanda Terima Pemberitahuan) sebagai jawaban surat dari panitia tentang pemberitahuan rencana Tablik akbar tersebut,” imbuhnya.

   Selanjutnya dilakukan kegiatan mediasi yang bertempat di Balai Desa Tanggulrejo Tempuran oleh pihak Kepolisian, Muspika Tempuran dan Panitia pengajian. Dalam mediasi tersebut melalui Kapolsek Tempuran dengan tegas kegiatan dihentikan atas nama undang undang.

     Salah satu panitia pengajian, Muhlisin men acara tersebut merupakan selapanan biasa dan dia hanya mengundang warga lokal sekitar 50 orang. Tamu dari Yogyakarta, kata dia, datang sendiri. Selain pengajian akan diisi dengan penggalangan dana untuk korban banjir bandang Grabag, Kabupaten Magelang, dan memberi santunan kepada 10 anak yatim piatu. ’’Kalau tahu bakal seperti ini saya mau mundur, karena saya niatnya baik,’’ katanya.

Dia menambahkan, panitia selapanan FA-UIB Magelang Raya itu diketuai M Muslih warga Muntilan, dan Ridwan Budiyarto selaku sekretaris. Kepanitiaannya bersinergi dengan warga Muntilan, Kabupaten Magelang. ’’Tanggulrejo sebagai tempat, saya selaku bendahara,’’ katanya. Ketegangan kembali terjadi ketika Kiai Rofii hendak masuk lokasi pengajian sekitar pukul 10.55. ’’Ini saya mau tilik orang tua kok dicegat,’’ katanya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here