BBWSSO “Bolos” Acara Diskusi Penambangan Para Kyai

0
589
Para Kyai Pondok Pesantren di Srumbung foto bareng sesaat mengadakan acara Ngaji Bab Sungai (19/1)00(Foto--istimewa)
Para Kyai Pondok Pesantren di Srumbung foto bareng sesaat mengadakan acara Ngaji Bab Sungai (19/1)00(Foto--istimewa)

BNews—SRUMBUNG—  Maraknya pertambangan menggunakan alat berat membuat resah masyarakat. Mereka menambang dengan dalih pemeliharaan sungai di wilayah Srumbung,dengan bertebarnya Rekomtek dan SPMK Pemeliharaan sungai yang dikeluarkan oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO).

 

 

Hal ini tentunya membawa dampak luar biasa, tidak hanya kerusakan lingkungan namun ekosistem dan lain sebagainya.Oleh karena digelar sebuah acara Ngaji bersama dengan tema “Ngaji Bab Sungai”  di Pondok Pesantren Raudlatul Falaah Srumbung (19/1).

 

Acara digagas oleh 3 Kyai Pimpinan Pondok Pesantren di Srumbung yakni Kyai Ahmad Bahaudin Syah -Gus Baha’ (Ketua MUI Srumbung, Ketua MWC NU Srumbung, Pimpinan Ponpes Raudlatul Falaah), KH. Muhammad Wahib (Gus Wahib) Ponpes Nurul Falah Tegalrandu, dan KH. Syaiful Amar (Ponpes  Misbahul Dholam, Ngargosuko Srumbung). Turun hadir dalam acara ini dari instansi terkait yakni Balai TNGM, BPPTKG dan BLH Kabupaten Magelang.

 

Gus Baha’ menerangkan dalam sambutanya bahwa tujuan diadakan acara “Ngaji Bareng Bab Sungai” selain sebagai pendidikan lingkungan kepada warga , juga untuk mengetahui informasi secara utuh perihal regulasi penambangan.” Selain itu tata cara dan aturan-aturan lain tentang pemeliharaan sungai di wilayah alur sungai putih Srumbung,”katanya.

 

“Hal ini juga sebagai respon terhadap rencana perizinan pertambangan oleh perusahaan tambang di Magelang dengan alasan Pengelolaan Zona khusus Mitigasi dan Rekonstruksi Kali Putih,”imbuhnya.

 

Kepedulian para petinggi pondok pesantres di Kecamatan Srumbung terhadap soal pertambangan tidak hanya menggelar acara ini saja. Mereka juga sudah berupaya berkirimi surat penolakan ke Kapolri, Kementrian PUPR, Dirjen Sumber Daya Alam, Gubernur Jawa Tengah, Kapolda, ESDM, dan BBWSO pada 10 Januari 2018 lalu.

 

“Yang kami harap hadir untuk menerangkan perihal semua ini yakni Dinas BBWSO ternyata tidak hadir dalam acara ini, dan kembali kami menegaskan terkait penolakan aktivitas tambang dengan dalih Pemeliharaan Kali, dan meminta dinas terkait untuk melakukan kegiatan pemeliharaan sungai sesuai peraturan yang berlaku,”pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here