PT TWC Lakukan Pit Stop Untuk Evaluasi Kinerja

0
82

BNews-BOROBUDUR- Jalan santai oleh karyawan, keluarga karyawan , Masyarakat sekitar TWCB dan mitra kerja PT Taman Wisata Candi Borobudur dalam rangkaian memperingati ulang tahun Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko yang ke -37. PT TWC yang menjadi salah satu perusahaan milik BUMN ini sudah berusia 37 tahun genap hari ini (16/7).

Bertempat di depan kantor TWCB sebagai start dan finish jalan santai yang di ikuti 2000-an orang ini dengan rute mengeliling Candi Borobudur, Naik Bukit Dagi dan kembali depan kantor TWCB untuk melakukan sarapan bersama, hiburan dan pengundian kupon. Pihak TWCB yang berkerja sama dengan beberapa sponsor ini menyediakan hadiah utama sepeda motor dan 370 bingkisan.

Dengan mengangkat tema peace and harmony ini selain memperingati HUT TWC juga sebagai bentuk simpai kepada seluruh karyawan yang mana masa lebaran kemarin tidak bisa berlibur full bersama keluarga. “ Ini sebagai salah satu bentuk aprisiasi kami pihak TWCB kepada seluruh karyawan yang kemarin masa libur lebaran masih lembur masuk berkerja di obyek wisata ini,” ungkap Chrisnamurti Adiningrum Kepala Unit PT. TWCB.

Acara yang di hadiri langsung oleh Direktur utama PT. TWC Prambanan dan Ratu Boqo Edy Setijono, serta beberapa tamu undangan seperi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang, serta puluhan anggota Polres Magelang dan TNI .

“ Kegiatan ini juga bertujuan agar masyarakat tahu bahwa di sekitar Candi Borobudur ada tempat yang menarik untuk dikunjungi dengan pemandangan yang menarik, diantaranya Bukit Dagi, dan wahana yang lain,” imbuh Chrisna.
Direktur Utama PT. TWC Prambanan dan Ratu Boqo, Ediy Setijono, menegaskan bahwa moment HUT PT. TWC ke 37 ini akan digunakan untuk evaluasi terutama SDM dan management pengelolaan PT.TWC. “Kita sudah 37 tahun mengelola PT.TWC ini, maka dari itu kita akan melakukan pit stop untuk mengevaluasi selama ini apa yang sudah kita lakukan dan tantangan kedepan apa yang akan hadapai dan laksanakan,” katanya.
  

“ Rencana kami setelah melakukan pit stop untuk evaluasi ini nantinya PT TWC sendiri akan berkembang focus ke Heritage Nasional, masih banyak peninggalan sejarah yang harus kita kembangkan dan pasarkan hingga tingka Asean tidak hanya regional saja,” ungkapnya.
“ Saya berharap nantinya seperti banteng-benteng peninggalan maupun lainnya yang masih masuk dalam Heritage Nasional bisa kita kelola juga, selain melindungi cagar alam agar tetap terjaga serta akan kita kembangkan areanya untuk obyek wisata,” pungkasnya.(BSN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here