Ribuan Umat Buddha Ikuti Prosesi Tipitaka Chanting di Borobudur

0
188
TIPITAKA : Ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2562, Bikhu Gutta Dhammo Thera saat wawancara dengan awak media (22/7)--(Foto--bsn)
TIPITAKA : Ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2562, Bikhu Gutta Dhammo Thera saat wawancara dengan awak media (22/7)--(Foto--bsn)

BNews—MUNGKID—Ribuan umat Budha hari ini memadati komplek Candi Mendut dan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah (22/7). Pasalnya mereka berkumpul dalam rangka Hari Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) Ke-4.

 

Dalam moment kali ini pihak panitia mengangkat tema ‘Berucap, Bertindak Baik Memperkokoh Persatuan Bangsa’ Sangha Theravada Indonesia (STI). “Kegiatan ini bertujuan untuk melaukan puja bakti, dengan memuja yang patut kita puja yakni Budha Gautama,” ungkap Ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2562, Bikhu Gutta Dhammo Thera kepada awak media.

 

Kegiatan yang didukung oleh Majelis Agama Budha Theravada Indonesia (Magabudhi) ini kali ke-4 digelar di Candi Mendut dan Borobudur.

 

“Pembacaan Kitab Suci Tipitaka dan Puja Bhakti Agung Asadha 2562 tahun 2018 kali ini dihadiri kurang lebih sekitar 5000 umat Budha dari berbagai daerah di Indonesia,” imbuhnya.

 

TIPITAKA : Ribuan Umat Budha melakukan prosesi arak-arakan dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur Kabupaten Magelang (22/7)--(Foto--bsn)
TIPITAKA : Ribuan Umat Budha melakukan prosesi arak-arakan dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur Kabupaten Magelang (22/7)–(Foto–bsn)

 

Prosesi ITC ini sudah berlangsung sejak tanggal 20 Juli 2018 lalu dan akan berakhir 22 Juli 2018 malam hari dengan acara puncak melanjutkan pembacaan 10 Suta. “Pembacaan suta setiap kegiatan kita bacakan 10 Suta dalam 2,5 hari ini, dimana total Suta sendiri 84.000 sehingga prosesi ini akan terus berlanjut tiap tahunnya,”ungkap Bikhu Gutta.

 

Ditanya terkait perbedaan dengan perayaan Waisak, Bikhu Gutta menerangkan untuk makna dan tujuan hampir sama. “Yang membedakan dengannya hanyalah panitia pelaksana dan waktu pelaksanaannya,” jelasnya,

 

 

Bikhu Gutta juga menjelaskan harapannya yakni dengan dilangsungkannya pembacaan dan kajian Tipitaka ini, umat Buddha Indonesia sebagai bagian bangsa Indonesia mampu memahami ajaran Buddha dalam Tipitakan dan mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Selalu jaga kerukunan antar umat beragama dalam sebuah perbedaan untuk Indonesia,” harapnya.

 

Rangkaian acara hari ini sendiri (22/7) dilaksanakan ritual di Candi Mendut selanjut arak-araknya dengan berjalan kaki mulai dari Candi Mendut dan berakhir di Candi Borobudur. Dimana direncanakan dalam acara penutupan sore harinya akan dihadiri oleh Meteri Agama RI Luqman Hakim Saifudin dan Guernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (bsn)

 

Klik Video Kirab Umat Budha Tipitaka Chanting 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here