Sahabat Perempuan Gelar Aksi Tolak Kekerasan

0
455
SAPER : LSM Sahabat Perempuan melakukan aksi kampayen tolak kekerasan bersama Ibu Bupati Magelang (10/12)-- ( Foto--bsn)
SAPER : LSM Sahabat Perempuan melakukan aksi kampayen tolak kekerasan bersama Ibu Bupati Magelang (10/12)-- ( Foto--bsn)

BNews—SRUMBUNG —Dalam rangka memperingati hari anti kekerasan terhadap perempuan yang jatuh pada tanggal 25 November, Sahabat Perempuan melakukan rangkaian kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dimulai dimulai pada tanggal 25 November 2017. Sahabat Perempuan melakukan aksi siaran, dilanjutkan penyerahan daftar inventaris masalah terkait Peraturan Bupati tentang Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak.

 

Untuk puncak peringatan dilakukan pada tanggal 10 Desember 2017 bersamaan dengan peringatan Hari HAM internasional.”Aksi ini kita adakan hari ini Karena kekerasan terhadap perempuan adalah bagian dari pelanggaran Hak Asasi Manusia,” ungkap Ketua LSM Sahabat Perempuan, Putri Andani Prabasasi.

Acara aksi ini dimulai pada jam 09.00 dan selesai pada jam 11.35 WIB di Halaman Kantor Kecamatan Srumbung. Kegiatan ini sebagai bentuk kampanye berbentuk Performing Art dengan tema Penghapusan Kekerasan Seksual dan juga bazaar murah berupa sembako dan baju murah di mana hasil penjualan ini akan digunakan untuk pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan.

SAPER :Ibu Bupati Magelang Tanti Arifin memberikan dukungan Cap telapak tangan untuk tolak kekerasan pada selembar kain yang disiapkan panitian (12/10)--(Foto--bsn)
SAPER :Ibu Bupati Magelang Tanti Arifin memberikan dukungan Cap telapak tangan untuk tolak kekerasan pada selembar kain yang disiapkan panitian (12/10)–(Foto–bsn)

Turut hadi dalam acara ini Camat Srumbung selaku tuan rumah, istri Bupati Magelang Tanti Arifin selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti selaku Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA, Polsek Srumbung, Danramil Srumbung, Nasiyatul Aisyiyah, dan Fatayat NU.”Pada moment kali ini Masing-masing undangan menyampaikan orasi terkait penghapusan kekerasan terhadap perempuan, khususnya penghapusan kekerasan seksual.”imbuh Putri.

“Perlu adanya kerja sama antara pemerintah, stakeholder, masyarakat, dan LSM untuk mengurangi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Magelang khususnya, Selain itu juga untuk mendorong segera disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual,” pungkasnya. (bsn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here