Sehari, Kebun Matahari di Salam Dikunjungi 800 Wisatawan

0
162
TAMAN DEWARI : RATUSAN PENGUNJUNG PERHARI MEMADATI KEBUN BUNGA MATAHARI DI DAERAH KECAMATAN SALAM KABUPATEN MAGELANG (11/2)--(FOTO--HAN )
TAMAN DEWARI : RATUSAN PENGUNJUNG PERHARI MEMADATI KEBUN BUNGA MATAHARI DI DAERAH KECAMATAN SALAM KABUPATEN MAGELANG (11/2)--(FOTO--HAN )

BNews–SALAM– Ada destinasi wisata baru yang sangat menarik dan layak dikunjungi yakni kebun bunga matahari. Tempat ini sangat cocok untuk selfie dengan bunga matahari atau sekedar jalan-jalan menikmati alam.

 

Kebun bunga matahari atau yang mulai populer dengan sebutan Taman Dewari ini berlokasi di Dusun Kradenan Kalikuning, Desa Baturono, Kecamatan Salam, Magelang. Di taman itu, pengunjung bakal dimanjakan dengan hamparan bunga matahari yang didominasi kuning cerah.

Pengelola Taman Dewari, Beta Zanial Amirin, mengatakan, di taman seluas 2.800 meter persegi ini terdapat kurang lebih 8 ribu batang tanaman bunga matahari. Bunga matahari ini mulai ditanam pertengahan November 2017 dan mekar perdana pada pertengahan Januari 2018.

“Kalau sudah benar-benar mekar serentak baru kita berani buka untuk wisata,” jelas pria 31 tahun ini.

Ia menceritakan, dirinya bersama istri, Pramudita Tunggadewi memang sudah sejak lama ingin membuat kebun bunga matahari. Mereka melihat, di desa tersebut ternyata ada potensi pariwisata yang sebenarnya tidak kalah dari daerah lain. Bahkan, Desa dan pemuda setempat turut dilibatkan dalam pengembangan spot wisata selfie.

“Kami ingin lebih mendayagunakan warga sini agar lebih produktif,” ujar pria asal Sleman, Jogjakarta ini.

Beta mengungkapkan, destinasi wisata Taman Dewari ternyata sangat diminati mayarakat. Terbukti di hari pertama launching, Sabtu (10/2), lokasi tersebut langsung dibanjiri pengunjung. Ia mencatat dalam sehari 800an pengunjung memadati taman tersebut.

”Wisatawan dari Magelang, Jogja dan paling jauh dari Solo hanya sekedar selfi dan membeli bibit bunga” paparnya.

Kendati ramai, dirinya tidak khawatir dengan padatnya pengunjung akan menyebabkan rusaknya bunga matahari. Sebab, kelebihan bunga tersebut adalah memiliki batang yang kokoh sehingga saat tersentuh atau tersenggol saat berselfie ria tidak akan rontok. Bahkan, untuk menjaga keindahan taman, dirinya mensiagakan tim lima orang untuk selalu patroli.

“Hasilnya kemarin kami temukan setangkai bunga hilang dipatah dan malamnya ada dua tanaman yang hilang,” paparnya.

Beta meminta, para pengunjung Taman Dewari diharapkan turut menjaga keindahan taman. Bahkan, dirinya sudah menyediakan bibit dan bunga bila pengunjung atau wisatawan yang berniat membawa pulang. Ia mengatakan, satu bibit atau satu tangkai bunga matahari dihargai Rp 25 ribu per batang.

”Boleh foto bersama di taman bunga tapi jangan sampai tangan jahil merusak,” pesannya.

Kepala Desa Baturono, Nur Giyatno berharap, keberadaan potensi wisata selfie kebun bunga matahari ini mampu meningkatkan perekonomian desa. Sebab, dengan keberadaan spot wisata baru ini, sedikitnya ada 15 pemuda yang direkrut membantu mengembangkan Taman Dewari.

’Ke depan kami ingin, wisatawan dari Jogja yang akan ke Candi Borobudur bagaimana bisa mampir ke sini dulu,” imbuh Nur.

Salah satu wisatawan lokal asal Muntilan, Tata mengaku baru pertama berkunjung ke kebun bunga matahari. Dirinya tertarik untuk datang setelah taman bunga tersebut sempat viral di jejaring sosial grup Facebook. Ia berharap, pengelola tidak hanya menjual pemandangan bunga, namun bisa ditambah dengan fasilitas pendukung lainnya.

”Ke depan bisa ditambah fasilitas wahana gardu pandang, bazebo dan tempat duduk untuk pengunjung,” pinta Tata. (han)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here