Simbol Penerangan Dunia Disemayamkan di Candi Mendut

0
65

BNews-MUNGKID– Api abadi dan air suci yang akan menjadi bagian dalam prosesi puncak perayaan Waisak 2561 BE/2017 sudah bersanding di Candi Mendut sore ini. Api abadi dari Pegunungan Mrapen Kabupaten Grobogan sudah datang dan langsung disemayamkan di candi Buddha tertua itu.

Api abadi  datang sekitar pukul 15.00 wib. Api Abadi yang dinyalakan di obor besar di bawa menggunakan mobil bak terbuka dengan pengawalan kepolisian lalu lintas.

Setibanya di Candi Mendut, api kemudian dibawa oleh para dewan sangha dan pengurus Walubi. Api disambut umat lalu diletakkan di altar bawah Candi Mendut.

Para tokoh umat Budha dan pimpinan Majelis secara bergantian menyalakan lilin di pelataran dengan api yang berasal dari api abadi tersebut. Setelah dinyalakan kemudian dilakukan penskralan dengan sembayang.

Api kemudian dibawa berkeliling candi sebanyak tiga kali searah jarum jam. “Api disemayamkan di dalam candi mendut bersama air berkah yang sehari sebelumnya sudah di sakralkan dan di semanyamkan sehari sebelumnya,” kata Ketua DPP Walubi Hartati Murdaya.

Ketua Dewan Kehormatan Sangha Walubi Biksu Tadisa Paramita Mahastavira menjelaskan api melambangkan hati yang terang. Ketika manusia dalam kesusahan itu karena hati manusia gelap, tidak tahu mana yang baik dan buruk.  “Api sebagai simbol penerangan dan harapan disandingkan dengan air yang menyimbolkan kesuburan, kerendahan hati,” katanya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here