Tanah Bergerak, Satu Rumah Roboh dan Dua Anak Terluka di Bandongan

0
227
LONGSOR : Warga bersama petugas BPBD Kabupaten Magelang saat melakukan pembersihan rumah korban yang roboh akibat tanah bergerak di Bandongan Kabupaten Magelang (1/10)--(Foto--Istimewa)
LONGSOR : Warga bersama petugas BPBD Kabupaten Magelang saat melakukan pembersihan rumah korban yang roboh akibat tanah bergerak di Bandongan Kabupaten Magelang (1/10)--(Foto--Istimewa)

BNews–BANDONGAN– Tanah bergerak membuat satu rumah roboh dan dua anak-anak luka-luka siang tadi di dusun Paingan Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang (1/10). Rumah milik Supardi, 78 mengalami rusat berat sehingga 7 jiwa diungsikan.

Dari rils laporan BPBD Kabupaten Magelang kejadian yang membuat dua anak-anak menderita luka ringan ini terjadi sekitar pukul 12.00 wib. “Penyebar rumah roboh ini bermula adanya tanah bergerak dan membuat dinding retak selanjutnya membuat rumah roboh,” ungkap Kalak BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto dalam dump laporannya.

Dari keterangan saksi korban kejadian bermula saat pada pukul 12.00 wib, Supardi bersama cucunya Nadine Yuli Felisia sedang duduk-duduk diteras depan rumah sedangkan anaknya Trisawati bersama cucunya Lana Mahardika berada di dalam rumah dan tiba-tiba bangunan rumah roboh. “Atas kejadian itu korban mengalami luka ringan yakni Lana Mahardika dibawa dan ditangani di BKIA Bandongan serta Nadine Yuli F dibawa ditangani ke RS Lestari Raharjo Magelang,” imbuhnya.

Sebanyak 7 jiwa harus diungsikan, sementara mereka berada dirumah saudaranya yang rumahnya kosong. Ketujuh orang tersebut yakni Supardi, 78, Chaidah, 61, Tri Edi Nugroho, 37, Bambang Panuntun, 37, Trisawati, 35, Lana Mahardika, 9, Awan Bayu Putra, 8 dan Nadine Yuli Felisia, 7.

Sementara petugas BPBD Kabupaten Magelang bersama warga melakukan kerja bakti untuk pembersihan. “Kalau melihat situasi struktur tanah, lokasi tersebut tidak bisa ditinggali kembali, namun kami terus berkomunikasi dengan pihak pihak terkait untuk kajian selanjutnya,” ungkap Edy Susanto saat dihubungi Borobudur News.

Untuk selanjutnya pihak BPBD masih terus melakukan kajian geologi dan lain sebagainya. “Ada beberapa titik rawan tanah bergerak dibeberapa titik daerah tersebut, namun kami tidak buru buru menyimpulkan tetapi untuk kajian memang harus cepat kita lakukan untuk menetapkan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here