Tanah Lereng Menoreh Alami Pergerakan, Warga Salaman Resah

0
598
Ketua Komunitas Relawan Bukit Menoreh (RBM), Soim sedang menunjukan retakan di jalan masuk kampung akibat pergerakan tanah yang membuat warga resah (30/1)--(Foto--istimewa)
Ketua Komunitas Relawan Bukit Menoreh (RBM), Soim sedang menunjukan retakan di jalan masuk kampung akibat pergerakan tanah yang membuat warga resah (30/1)--(Foto--istimewa)

BNews—SALAMAN—Pergerakan tanah kembali dirasakan warga Dusun Selorejo Desa Ngargoretno,Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang (30/1). Warga merasa khawatir dan resah akibat kejadian tersebut karena ditakutkan akan memicu tanah longsor.

 

 

Salah satu warga Selorejo, Tugiran, 48 menerangkan bahwa diirinya beserta warga lain disini merasa khawatir.”Setiap hujan lebat turun didaerah sini, saya dan keluarga sementara mengungsi kerumah kerabat karena khawatir dan resah jika terjadi longsor,” katanya (30/1).

Sementara Ketua Ketua Komunitas Relawan Bukit Menoreh (RBM), Soim menerangkan bahwa pergerakan tanah disini sudah mencari beberapa centimetre setiap harinya.”Dari pengamatan kami diketahui pergerakan tanah pada tanggal 25 Januari kemarin dengan pergeseran sepancang 5 cm,” katanya.

“Akibat pergerakan tersebut sebuah jalan aspal masuk kampung sini retak atau seperti patahan di jalan, dan pada tanggal 30 Januari kemarin retakan tersebut bertambah mencampai panjang 16 cm dan lebar 12 cm sehingga warga semakin resah,” paparnya.

Tidak hanya itu saja ternyata pergerakan tanah ini juga berpengaruh kepada posisi rumah salah satu warga. Rumah Tugiran mengalami amblas pada bagian penyangga rumah hingga 40 cm.

Kampung Selorejo sendiri dihuni oleh 75 jiwa dengan 18 KK.”Untuk 5 KK tinggal diatas bukit dan 13 KK dibawah lereng bukit menorah,” tandas Soim.

Mengetahui kejadian tersebut BPBD Kabupaten Magelang langsung memberikan respon dengan memasang Early Warning System (EWS).”Alat ini nantinya akan mendeteksi pergerakan tanah didaerah sini dan memperhitungkan jumlah rekahan yang terjadi,” terang salah satu petugas BPBD Kabupaten magelang Heru Prasetyo.

“Untuk daerah sini ada dua titik rawan longsor yakni daerah Selorejo dan Kalirejo sehingga perlu menjadi perhatian juga,” imbuhnya.

“Kita jajaran BPBD Kabupaten Magelangakan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk mengantisipasi kemungkinan tanah longsor di beberapa titik rawan tersebut, sehingga harapan kami bisa meminimlasi angka kemungkinan korban,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here