Terapkan Sistem Tumpang Sari Petani Tembakau Panen Dini

0
207

     

  BNews–TEMANGGUNG– Sistem tumpangsrari yang diterapkan sejumlah petani tembakau di Kabupaten Temanggung gagal total. Tembakau dan cabe yang ditanam bersamaan gagal panen.
       Sejumlah petani di Temanggung bekalakngan memilih sistem tumpangsari. Mereka berharap salah satu dari tanaman tersebut bisa tumbuh apalagi harga cabai dianggap masih sangat tinggi.
       Namun demikian kenyataannya berbeda, bukannya hasil cabai di harga tinggi tetapi malah kena penyakit “Pathek” (Phytoptora) yang membuat tanaman cabai layu dan mati. Bukan hanya itu, tanaman tembakaunya juga ikut terkena penyakit.
       “Daripada dibuang sia-sia mending saya rajang saja meskipun daun tembakau ini masih hijau”, kata Suwandi petani di Desa Batursari Kecamatan Kledung Temanggung (27/7).
“Tembakau layu akibat penyakit phitoptora karena ditanam tumpang sari dengan cabai kriting dan penyakit yg menyerang cabai ahirnya menular menyerang tanaman tembakau”, kata Suwandi yang juga Perangkat Desa Batursari.
        Dia mengaku memang banyak petani yang berusaa mencari untung dari budidaya cabai tumpangsari dengan tembakau. Namun karena terserang penyakit maka kedua komoditas itu justru membuatnya rugi puluhan juta.
         Selain kena hama Pathyek, sebagian lahan tembakau juga terkena layu batang akibat hujan yang masih sering turun di bulan Juli ini. Hal ini cukup berdampak pada menurunnya kualitas tanaman tembakau. Jika kena layu batang maka bagian akar membusuk dan imbasnya petumbuhan tanaman tembakau terhambat.
        “Tingginya kandungan air pada lahan akibat hujan menyebabkan akar tanaman tembakau menjadi busuk sehingga menyebabkan tanaman menjadi  “liyer” dan mati” akunya.
         Petani kemudian melakukan penyulaman tanaman atau mengganti tanaman tembakau yang rusak dengan tanaman baru. Caranya adalah mencabut tanaman lama hingga ke bagian akar sekaligus mengganti tanahnya. “Bekas lubang tanaman lama diisi atau ditanami lagi dengan bibit tanaman baru media pesemaian atau media polybag berikut tanahnya,” jelasnya. (bhp).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here