Wali Murid Diduga Palsukan Surat Domisili Demi PPDB

PROTES : Orang tua siswa protes di sekolahan (16/5)--(foto- Istimewa)

PROTES : Orang tua siswa protes di sekolahan (16/5)--(foto- Istimewa)

BNews—MAGELANG— Orang tua murid sepertinya bakal melakukan apa saja demi mendapatkan sekolah sesuai dengan keinginannya. Bahkan, di Kota Magelang ada dugaan sejumlah wali murid memalsukan surat domisili.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu orang tua murid di SMP Negeri Kota Magelang. Menjurutnya, dia mendapati sejumlah orang tua yang tidak tinggal di dekat lokasi sekolah tersebut namun mendapatkan surat keterangan domisili (SKD) dari RT RW hingga kelurahan.

“Saya lihat kok ini bukan orang sini tapi banyak yang punya surat domisili dekat sini,” kata Ratna, kepada sejumlah media kemarin.

Bahkan, dia mengaku mendapati ada warga Kabupaten Magelang yang memiliki SKD didguga palsu dekat SMP favorit di Kota Magelang.

Dalam system PPDB kali ini memang pelajar dari lingkungan sekolah yang diprioritaskan. Namun, ada beberapa calon siswa yang rumahnya lebih jauh justri diterima  pada hasil jurnal sementara.

Pihaknya berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbub) Kota Magelang melakukan evaluasi terhadap sistem zonasi yang baru diterapkan pada tahun ajaran 2019/2020.

Ia juga meminta pihak sekolah untuk melakukan verifikasi ulang terhadap penggunaan SKD.

“Kalau dari pihak sekolah berani melakukan verifikasi ulang yang menggunakan SKD, pasti ketahuan kalau ada yang abal-abal. Saya percara Pak Ganjar Pranowo (gubernur Jawa Tengah) sudah tahu masalah ini,” ucapnya.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Magelang, Ahmad Ludin Idris, menjelaskan, berdasarkan hasil rapat yang dipimpin oleh sekda Kota Magelang pada 15 Mei 2019 telah memutuskan beberapa hal terkait penggunaan SKD pada PPDB di Kota Magelang.


Rapat dihadiri oleh kepala Disdikbud Kota Magelang, kepala SMP Se-Kota Magelang, kepala Disdukcapil, camat/lurah, asisten Sekda dan kabag Kesra Kota Magelang. (bn1)

error: Content is protected !!