Warga Dukun Nekat Gantung Diri di Pohon Nangka

0
206
MIRIS : Jenasah maryanto saat dilkaukan pemeriksaan medis oleh tim medis Puskesmas Dukun dan pihak kepolisian Polsek Dukun (13/4)--(Foto--Istimewa
MIRIS : Jenasah maryanto saat dilkaukan pemeriksaan medis oleh tim medis Puskesmas Dukun dan pihak kepolisian Polsek Dukun (13/4)--(Foto--Istimewa

BNews—DUKUN— Muryanto, 38 warga Dusun Ngandong Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun nekat gantung diri di pohon nangka persawahan lereng merapi tadi malam (13/4). Korban diketemukan langsung oleh kakak dan ayahnya sendiri saat proses pencarian.

Kapolsek Dukun AKP Dimas menjelaskan bahwa kejadian diketahui sekitar pukul 18.30 wib. “Anggota kami mendapat laporan setelah habis mahrib dari warga, dan langsung menuju lokasi dan ternyata korban sudah dievakuasi keluarga dan warga ke rumah dukanya,” katanya.

Petugas Polsek Dukun sampai rumah duka bersama dengan tim medis Puskesmas Dukun untuk melakukan pemeriksaan jenasah. “Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan ini murni gantung diri,” imbuhnya.

Dari pihak keluarga juga memberikan keterangan terkait kronologi kepada petugas. Dan telah di catat oleh petugas dimana diijelaskan untuk kronologi awalnya korban sejak pukul 15.00 wib pamit pergi meruput ke sawah.

“Hingga pukul 18.00 wib korban tidak kunjung pulang, pihak keluarga merasa khawatir dan dicari oleh ayah dan kakaknya di sekitaran ladangnya yang berjarak kurang lebih 2,5 km dari rumahnya,” jelas Kapolsek Dukun AKP Dimas.

Disaat pencarian tersebut mendapati korban sudah tergantung di pohon nangka, selanjutnya ayah korban pulang untuk mencari bantuan selanjutnya warga membantu menurunkan korban dan dibawa pulang. “Korban menggantung dengan seutas tali tambang warna biru dengan panjang tali 1,5 meter, panjang dari tanah sampai ke leher 3,5 m, dan jarak ujung kaki ke tanah sekitar 2 meter,” ungkapnya.

Korban saat gantung diri juga diketahui menggunakan pakaian kaos warna ungu, baju kotak kotak dan memakai celana pendek warna abu – abu. “Dari keterangan pihak keluarga juga kepada petugas kami bahwa korban sudah mengalami depresi selama kurang lebih satu tahun terakhir ini,” paparnya.

“Pihak keluarga korban sudah menerima penjelasan dari pihak medis dan anggota Polsek Dukun bahwa kejadian tersebut merupakan musibah, dan pihak keluarga membuat surat pernyataan bahwa menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.