Warga Dukun Tolak Penambangan Alat Berat

0
554
TOLAK : Warga Desa Sengi melakukan penolakan penambangan dengan alat berat dengan pemasangan spanduk-spanduk penolakan (10/11)--(Foto--istimewa)
TOLAK : Warga Desa Sengi melakukan penolakan penambangan dengan alat berat dengan pemasangan spanduk-spanduk penolakan (10/11)--(Foto--istimewa)

BNews–DUKUN— Warga tiga desa di lereng Merapi ini menolak aksi penambangan dengan alat berat di Sungai Tlingsing. Meraka melakukan aksi pemasangan spanduk-spanduk dan pembubuhan tanda tangan bersama-sama di kain putih.

 

Tiga desa ini adalah Sengi, Paten dan Sewukan semua di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Dimana ketiga desa ini masuk dalam zona 3 berbahaya Merapi sesuai peta mitigasi bencana BPPTKG.

 

Salah satu perangkat Desa Sengi, Purnomo menerangkan semua ini bermula saat terdengar isu bahwa kali tlingsing mau ditambang menggunakan alat berat.”Mendengan isu tersebut warga secara kompak melakukan perlawanan dengan penolakan secara bersama-sama dengan pemasangan spanduk dan membubuhkan tanda tangan warga untuk membuktikan bahwa ikut menolak,”katanya saat dihubungi Borobudur News senin malam (11/12).

 

Ketiga desa tersebut juga sudah mengirimkan surat keberatan dan penolakan ke Kantor Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) beserta lampiran tanda tangan warga.”Menurut informasi BBWSO sedang memproses ijin penambangan ataupun normalisasi tersebut ke salah satu PT ,” imbuhnya.

 

“Tetapi hingga kini surat yang kami masukan ke kantor BBWSO belum mendapat tanggapan,” tegasnya.

 

Kali tlingsing merupakan salah satu sungai yang berhulu di merapi langsung dan melintasi tiga desa sebelum bersatu dengan kali pabelan. “Atas dasar kesepakatan warga pada 7 November 2017 bahwa penambangan dengan alat berat tidak di perbolehkan karena membahayakan saluran garung dan saluran irigasi bawangan namun penambangan manual tetap di perbolehkan atas ijin dari tim teknis,”papar Purnomo.

 

“Kami ingin agar penambangan yang ramah lingkungan sampai saat ini yang namanya penambangan hanya merusak alam dan bumi adalah titipan dari Tuhan dan sudah selayaknya kita untuk menjaganya,” ujarnya.

 

“Karena Jika penambangan tidak di kendalikan masyarakat kawatir akan rusaknya irigasi dan hilangnya mata air padahal air adalah sumber kehidupan bagi petani dan madyarakat mayoritas adalah petani,”pungkasnya.(bsn)

 

Baca Juga :

BERITA BERITA TERKAIT MERAPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here