Warga Salaman Digegerkan Banyak Ayam Mati Mendadak

0
365
MISTERIUS : Puluhan bangkai ayam mati kaku tersebar di dekat rumah rumah warga di Salaman (20/11)--(Foto--istimewa)
MISTERIUS : Puluhan bangkai ayam mati kaku tersebar di dekat rumah rumah warga di Salaman (20/11)--(Foto--istimewa)

BNews–SALAMAN– Warga di Desa Sawangargo, Kecamatan Salaman digegerkan dengan banyak bangkai ayam tergeletak di sekitaran rumah penduduk. Mereka kaget karena hewan peliharaan warga ini tiba-tiba mati begitu saja (20/11).

 

Salah satu warga Dusun Dukuh Wetan Desa Sawanggargo Dasman menerangkan bahwa banyak bangkai ayam tergeletak di sekitaran rumah penduduk.”Kita tidak tahu persinya kenapa ini bisa terjadi sehari sebelumnya baru empat ekor yang mati tetapi sampai hari ini total ayam mati sudah mencapai 30 ekor,”katanya.

Sebenarnya awal mula terjadi dua minggu lalu di dusun sebelah yakni Dusun Citakan Desa Kliwonan disana ada ayam mati sebanyak 10 ekor dan selanjutnya hingga hari ini di Dusun Dukuh Wetan total sebanyak 30 ekor.”Saya sebenarnya memelihara ayam milik tetangga, bangkai ayam yang mati saya cek bersama warga lain terlihat di bagian kepala ayam berwarna biru,” imbuhnya.

“Saya bersama warga berinisiatif membuang bangkai-bangkai ayam tersebut di sebuah kolam yang berisi ikan lele agar menjadi makanannya,” terangnya.

Dengan kejadian ini Dasman dirugikan material sekitar Rp 200 ribu.”Saya sendiri sekitar Rp 200 ribu, Jago peliharaan saya saja kalau dijual bisa mencapai Rp 100 ribu per ekor, ini belum warga lain,” ujar Dasman.

Hal serupa di rasakan oleh warga Dukuh Wetan lainnya Sukastino yang mengalami hal serupa dengan Dasman.”Kemarin pagi buta setelah subuh saya cek kandang ayam piaraanya diketahui 10 ekor ayam piaraanya sudah mati kaku dengan membiru bagian kepalanya,” katanya.

“Saya sempat mempergoki salah satu hewan peliharaan tersebut dalam posisi sekarat dengan kondisi kejang-kejang yang akhirnya mati dengan kepalanya membiru dan mulutnya mengeluarkan air liur,”imbuhnya.

Selama dua minggu ini jumlah ayam dari setiap warga bisa empat sampai 11 ekor yang mati. Warga khawatir jika fenomena ini terus berlangsung, maka juga bisa menyasar unggas lain seperti bebek.

“Kalau bebek ikut mati maka peternak nanti bisa merugi lebih banyak dikarenakan harga bebek per ekor saja sudah mencapai sekitar Rp 70 ribu,” ungkap warga lain Tion.

Dengan kejadian ini pihak Polsek Salaman mendatangi TKP untuk mencari tau fenomena ini. Salah satu anggota babinsa Polsek Salaman datang ke lokasi dan mendata peristiwa tersebut.

Kabid Keswan dan Maved Dispeterikan Kabupaten Magelang John Manglapy Menerangkan bahwa Petugas dari Pemerintah Kabupaten Magelang juga sudah mendatangi lokasi pada siang kemarin. “Nanti kami tindaklanjuti, petugas Sudah berangkat ke lokasi tersebut,” pungkasnya.(bsn/Bn1)

 

Baca Juga :

SAJIAN KULINER MAGELANG YANG NGANGENIN WISATAWAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here